Pengaspalan Jalan Nasional di Ambon Terkendala Cuaca Ekstrim, Ini Penjelasan BPJN Maluku

Pengerjaan Jalan Kei Besar Kabupaten Malra Maluku
Salah satu jalan di Maluku / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Proyek pengaspalan jalan Nasional yang ditangani Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I BPJN Provinsi Maluku melalui PPK 1.1 pada beberapa titik di Pulau Ambon tidak bisa selesai tepat waktu.

Hal itu diakibatkan kondisi cuaca ekstrim yang melanda wilayah itu beberapa waktu belakangan ini.

PPK 1.1 Provinsi Maluku, Peggie Hehanussa menjelaskan, tahun ini terdapat tiga titik yang ditangani efektif yaitu, dua titik rehabilitasi minor dan satu titik rehabilitasi mayor.

“Untuk rehabilitasi minor menggunakan sistem AC – WC Asbuton. Jadi penanganannya langsung lapis setelah ada pengembalian kondisi, mungkin jalan berlubang atau retak. Pengembalian kondisi dulu dilakukan setelah itu dilapis dari atasnya,” urainya di Ambon, Kamis (20/6/2024).

Menurut Peggie, untuk penanganan rehabilitasi minor terdapat pada dua titik.

“Titik pertama yaitu di jalan Dr. Leimena sepanjang 900 meter. Lalu yang masih dikerjakan sekitar 820 meter. Pekerjaannya sendiri dimulai pada bulan April lalu oleh PT  Bilian Raya. Dan saat ini progresnya sudah mencapai 69.88 persen untuk pekerjaan rehabilitasi minor,” sambungnya.

Sedangkan untuk pengaspalan sambung sampai ujung Jembatan Merah Putih (JMP) belum bisa dikerjakan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Bahkan untuk sementara waktu pekerjaan dihentikan.

Sedangkan untuk titik rehabilitasi minor satunya lagi di ruas jalan dari Passo – Tulehu tepat di sekitar jalan tanjakan Natsepa.

Penanganannya sekitar 200 meter dan untuk titik rehabilitasi mayor di ruas jalan Tulehu – Liang itu ada jalan yang sudah turun sekitar 100 meter.

“Itu penanganan awalnya dan itu sudah kami sealant agar supaya airnya tidak merembes masuk lebih banyak dan jalannya makin parah. Nanti setelah cuacanya membaik baru diproses disitu mengingat rehabilitasi mayor itu kerjanya diganti dari lapis fondasinya,” beber Peggie.

Sedangkan untuk jalur dalam Kota Ambon tidak banyak penanganan, karena kondisi jalannya masih baik. Penanganan seperti pengembalian kondisi seperti patching ada juga penanganan yang lain cuma terkendala cuaca untuk saat ini.

“Jadi sampai saat ini semua dalam posisi standby menunggu cuaca membaik baru semua pekerjaan bisa jalan lagi. Saya juga berharap semoga dalam waktu dekat ini cuaca segera membaik, baru kita lanjut pekerjaan sehingga bisa terprogres di lapangan agar masyarakat bisa menikmati hasilnya dan tidak ada permasalahan soal pekerjaan,” pungkasnya.

JFL