Hadiri Debat Publik Pertama 5 Paslon di Jakarta, Begini Respon Pj Gubernur PBD

Pj Gub PBD Debat Publik I
Pj Gubernur PBD Dr. Drs Muhammad Musa'ad, M.Si saat memberikan keterangan pers kepada awak media, seusai menghadiri debat publik pertama di Studio Utama Metro TV Jakarta, Rabu (16/10/2024) / Foto : KENN

Koreri.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Barat Daya (KPU PBD) menggelar debat pertama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2024 – 2029 di Studio Utama Metro TV Jakarta, Rabu (16/10/2024).

Giatan debat dimulai sejak pukul 17.00 hingga 20.00 WIT.

Para perumus dan panelis pada debat pertama diantaranya Dr. James Modouw, M.MT, dosen prodi Planologi Fakultas Teknik Uncen, Dr. H. Muhammad Ali, MM, MH selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, dan Dr. Rustamadji, M.Si yang juga Rektor Unimuda Sorong.

Kemudian, Dr. Simon Abdi Kari Frank, M.Si (Anggota Tim Teknis Sosbud, Ekonomi, Amdal Kota Jayapura), Drs. Otto Ihalauw, MA (Tenaga Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Pemerintahan), Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA (Ketua Program Doktor Ilmu Management Uncen), Dr. Ir. Agus Irianto Sumule (Akademisi Unipa Bidang Pertanian), Septinus Saa, S.Sos, M.Si (Pembantu Rektor III Uncen Dr. Paulina Watofa SpR subspesialis RI MPH FISCM (Staf Medik Fungsional Radiologi pada RSUD Jayapura), serta Ir. Irman Amri, ST, MT, IPM (Wakil Rektor IV Bidang Kelembagaan, Perencanaan, SDM dan Unit usaha).

Debat perdana ini dihadiri Penjabat Gubernur PBD Dr. Drs Muhammad Musa’ad, M.Si, Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Johnny Edizzon Isir, S.I.K., MT.C.P, Ketua Sementara DPR PBD Hendry Wairara, Anggota DPR RI dapil PBD Rico Sia, Roberth Kardinal dan Faujia Helga Tampubolon, serta Anggota DPD RI Dapil PBD Agustinus Kambuaya, Hartono dan Paul Finsen Mayor.

Hadir juga Ketua bersama Komisioner Bawaslu PBD, 5 paslon bersama para pendukungnya.

Debat perdana dihadiri lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur masing-masing paslon nomor urut 1 Abdul Faris Umlati – Petrus Kasihiw, paslon nomor urut 2 Gabriel Asem – Lukman Wugaje, paslon nomor urut 3 Elisa Kambu – Ahmad Nausrau, paslon nomor urut 4 Joppye Onesimus Wayangkau – Ibrahim Wugaje dan paslon nomor urut 5 Bernard Sagrim – Sirajudin Bauw.

Lima paslon ini memaparkan visi-misi serta adu ide dan gagasan dengan tema Pembangunan SDM yang dijabarkan dalam lima subtema bidang pendidikan, kesehatan, sosial budaya, pengembangan informasi Teknologi dan ketenagakerjaan.

Pj Gubernur PBD Muhammad Musa’ad menyampaikan langsung tanggapannya terhadap pelaksanaan debat perdana tersebut.

“Yang pertama kita sudah tonton bersama figure-figur, tokoh-tokoh kita yang sudah mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur di Papua Barat Daya. Dan ini adalah pelaksanaan Pilkada yang pertama untuk provinsi Papua Barat Daya,” ungkapnya kepada awak media, seusai debat, Rabu (16./10/2024) malam.

Diakui Musa’ad, secara umum dengan berbagai macam pertanyaan yang sudah dibuat oleh  panelis dan juga tanya jawab di antara para calon ini menunjukkan bahwa  semua layak untuk menjadi calon Gubernur-Wagub di PBD.

“Rakyat yang akan menentukan dan ini baru awal. Saya kira nanti di tahap debat kedua dan ketiga pasti lebih baik lagi dan lebih mantap lagi. Kita berharap mudah-mudahan semakin spesifik juga terperinci terkait program-program yang ditawarkan,” sambungnya.

Musa’ad menilai, di debat pertama ini baru secara visi misi dan masih sangat umum. Bahkan dia pun berharap harus lebih menukik lagi apa-apa yang menjadi kebutuhan rakyat sehingga pilihan rakyat tidak salah.

“Saya harap di debat kedua dan ketiga lebih tajam lagi teman-teman calon untuk bisa lebih melihat soal-soal jatah yang ada di Provinsi Papua Barat Daya. Pertanyaan-pertanyaan sudah banyak mengarah ke sana ini mungkin yang pertama.  Yang kedua dan ketiga saya yakin teman-teman calon akan lebih mempersiapkan bahan-dengan data yang lebih konkrit bahwa inilah kondisi Papua Barat Daya,” imbuhnya.

Musa’ad tak menampik jika memang Provinsi PBD baru memasuki dua tahun.

“Maka tentunya masih banyak yang harus dikerjakan. Sehingga mungkin yang perlu adalah program prioritas. Karena tidak mungkin semua bisa kita kerjakan, tidak mungkin 5 tahun semua bisa dikerjakan. Sehingga harus ada yang fokus disampaikan supaya rakyat bisa lebih jelas tidak salah memilih siapa di antara yang sudah baik itu,” pungkasnya.

Pantauan Koreri.com, suasana debat perdana paslon Gubernur dan Wagub PBD ini berjalan alot. Mereka saling bertanya dan menanggapi kemudian mendapat dukungan dari para pendukungnya.

Secara keseluruhan, seluruh paslon menunjukkan penampilan yang baik.

KENN