Gelar Syukuran Usai Dilantik, Bupati-Wabup Ajak Semua Pihak Bangun Tambrauw

IMG 20250220 WA0049

Koreri.com, Jakarta – Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya resmi dipimpin kepala daerah definitif setelah Presiden RI Prabowo Subianto melantik Yeskiel Yesnath, S.E., M.Si – Paulus Ajambuani, S.H sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030 di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Keduanya dilantik bersama 961 kepala daerah dalam sebuah upacara yang berlangsung pukul 10.00 WIB tadi.

Pasca dilantik, Bupati dan Wabup menggelar ramah tamah dengan para tokoh, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), masyarakat termasuk mantan Bupati Tambrauw dua periode Gabriel Asem pada salah satu hotel di Jakarta, Kamis (20/2/2025) siang.

IMG 20250220 WA0050Dalam sambutannya Bupati Yeskiel mengatakan dirinya bersama Wabup Paulus bertekad untuk bersama-sama bergandengan tangan dengan seluruh anak-anak Tambrauw membangun daerah ini.

“Mari kita tinggalkan segala sesuatu yang membuat kita terpecah belah. Tetapi mari bersama-sama seluruh anak-anak Tambrauw dengan potensi-potensi orang-orang muda, sesepuh, birokrat yang ada di daerah ini, politisi, seluruh masyarakat adat, kepala-kepala suku serta tokoh-tokoh agama untuk mari kita sama-sama membangun daerah ini,” ajaknya.

Bupati Yeskiel juga secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih atas kepemimpinan 10 tahun Bupati sebelumnya Gabriel Asem.

“Beliau sesepuh kita, kaka, bapak terkasih bapak Gabriel Asem sudah mengantarkan kita. Beliau punya jasa sangat baik meletakkan fondasi pembangunan maka saya mengajak kita seluruh lapisan anak-anak Tambrauw, seluruhnya kita ada 6 suku terakhir suku Nusantara mari kita sama-sama bangun Tambrauw. Itu kami sampaikan untuk ke depan Tambrauw boleh lebih baik,” ajaknya.

Diakui Bupati Yesnat, proses melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah yang terselenggara secara langsung telah memicu berbagai perbedaan pandangan atau pilihan.

“Saya mengajak kita semua jangan membeda-bedakan baik itu Kaka Yohanis Yembra dan kaka Petrus Yewen, tokoh Thomas Kofiaga dan kaka Pieter Mambrasar, Niko Anari dan ibu Maria Agnes Hae, serta saudara Hans Paraibabo dan bapa Harun Bonepai, mari kita sama-sama menghilangkan semua perbedaan-perbedaan yang kemarin dan kita bersatu untuk sama-sama bangun Tambrauw,” ajaknya.

“Tambrauw begitu besar untuk kita tata bersama-sama. Tambrauw begitu besar, untuk satu dua orang kita bangun sendiri tentu tidak bisa. Mari kita bersatu, sama-sama menata baik itu pemerintahan, partai politik, masyarakat adat yang ada di sana, mari kita lakukan pembangunan. Semuanya ini hanya untuk kesejahteraan masyarakat, tidak ada yang lain. Jadi untuk alasan kesejahteraan masyarakat saya mengajak kita semua mari bergandengan tangan,” sambung Bupati Yeskiel.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah terdahulu yang telah berhasil meletakkan dasar/fondasi pembangunan Tambrauw.

“Di akhir dari penyampaian ini, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tambrauw. Kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Kabupaten Tambrauw. Oleh sebab itu mari kita sama-sama berkewajiban untuk bergandengan tangan membangun masyarakat Kabupaten Tambrauw,” ajaknya Bupati Yeskiel.

Karena tugas mensejahterakan masyarakat ini merupakan kewajiban semua pihak yang terlibat di dalamnya, termasuk seluruh elemen di Tambrauw.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya dan rasa hormat kami kepada perwakilan masyarakat adat, Kapolres Tambrauw, Dandim 1810 Tambrauw dan juga tokoh-tokoh masyarakat yang telah hadir. Terima kasih untuk segala kebersamaan yang sudah kita lalui,” ucapnya.

Bupati Yeskiel menegaskan bahwa Pemerintah tidak membangun sesuatu yang baru tetapi melanjutkan dasar yang sudah diletakkan oleh sesepuh terdahulu Gabriel Asem.

“Mari kita jalankan lagi, kita akan buat ke depan semakin baik sehingga tetap berjalan berkesinambungan pembangunan untuk suatu perjalanan yang panjang. Kita siapkan SDM kita, anak-anak Tambrauw kita siapkan kesehatan, kita berkewajiban untuk menyiapkan infrastruktur-infrastruktur dasar demi meneruskan segala sesuatu yang telah diletakkan,” cetusnya.

Bupati Yeskiel juga tak lupa menyampaikan permohonan maaf baik di dalam sikap dan tutur kata saat menjalani kontestasi pemilihan umum lalu yang kurang berkenan.

“Mohon dimaafkan. Kita semua adalah keluarga besar masyarakat Tambrauw. Tidak ada yang satu lebih dari yang lain, kita semua berprinsip bahwa kita duduk sama rendah berdiri sama tinggi untuk membangun kabupaten Tambrauw yang sama,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Bupati Tambrauw Paulus Ajambuani, S.H menyatakan sebagai Pemerintah daerah, dirinya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemerintahan ini.

“Tadi beliau (Bupati Yeskiel) sudah sampaikan bahwa pertandingan sudah selesai. Saatnya mari kita sama-sama berpegangan tangan untuk melihat hal-hal yang masih menjadi masalah di Kabupaten ini untuk kita sama-sama benahi,” imbuhnya.

Wabup Paulus menekankan bahwa hal-hal yang sudah dikerjakan Bupati sebelumnya Gabriel Asem, agar dapat dilanjutkan. Sedangkan, yang belum itu yang akan dikerjakan bersama-sama.

Ia menekankan bahwa kolaborasi adat, gereja dan Pemerintah atau yang disebut tiga tungku sangat penting untuk membangun masyarakat di Kabupaten Tambrauw.

“Apa yang telah menjadi kebijakan atau program Pemerintah daerah sebagaimana yang telah disampaikan bapak Bupati mari masyarakat dari Selemkai sampai ke Kasih untuk mendukung bersama-sama dengan melakukan hal-hal yang positif,” imbuhnya.

Terutama, lanjut Bupati, harus bersama-sama menjaga keamanan.

“Kalau kita tidak aman bagaimana kita membangun? Kalau aman, kita pasti akan sibuk membangun. Tapi kalau tidak aman, maka energi juga biaya semua keluar untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,” tegasnya.

“Dan atas nama Bupati, saya menyampaikan terima kasih atas dukungan semua masyarakat,” pungkasnya.

KENN