Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, terus menunjukkan komitmen kuat dalam menghapus kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Pemkab Mimika memacu langkah-langkah strategis guna mencapai target nasional eliminasi kemiskinan ekstrem pada 2026.
“Kami serius. Pemerintah pusat punya target besar, dan kami di Mimika tidak tinggal diam. Kami berkomitmen penuh untuk menghapus kemiskinan ekstrem di daerah ini,” tegas Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling, di Timika, Kamis (22/5/2025).
Yohana menjelaskan bahwa kemiskinan ekstrem mencakup kondisi di mana warga tidak mampu memenuhi kebutuhan paling mendasar seperti makanan, air bersih, sanitasi, kesehatan, pendidikan, hingga tempat tinggal yang layak.
Dijelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika per Januari 2025 tercatat sebanyak 5,37 persen dari total 318.679 jiwa penduduk Mimika masih hidup dalam kemiskinan ekstrem.
Tak hanya fokus pada kemiskinan, Pemkab Mimika juga mengambil langkah agresif dalam menangani isu penting lainnya seperti stunting, inflasi daerah, dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM).
“Kami sudah siapkan rencana aksi tahunan yang komprehensif. Fokus kami tak hanya mengurangi kemiskinan, tapi juga mencegah anak-anak pendek karena gizi buruk, mengendalikan inflasi daerah, dan memastikan pelayanan dasar masyarakat terpenuhi,” tambah Yohana.
Langkah awal yang dilakukan adalah koordinasi intensif dengan BPS untuk menggali indikator yang menjadi penyebab utama persoalan tersebut.
“Dengan data yang tepat, kita bisa tahu di mana masalahnya, dan bisa menyusun program yang benar-benar menyentuh masyarakat,” pungkasnya.
Langkah-langkah ini menegaskan bahwa Pemkab Mimika tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
EHO































