Dosen Uncen Berdayakan UMK Roti Bakar NAX Melalui Kegiatan PKM di Kota Jayapura

Dosen UNCEN Pemberdayaan UKM
Penyerahan Alat teknologi tepat guna, dan bantuan modal usaha kepada mitra / Foto : Ist

Koreri.com, Jayapura – Kota Jayapura, sebagai ibu kota Provinsi Papua, merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di wilayah timur Indonesia. Di balik pesatnya perkembangan infrastruktur dan sektor jasa, Usaha Mikro dan Kecil (UMK) tetap menjadi tulang punggung perekonomian lokal.

Dalam upaya memperkuat sektor ini, Universitas Cenderawasih (Uncen) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) secara aktif menggagas dan melaksanakan berbagai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk memberdayakan UMK agar lebih adaptif, inovatif, dan mandiri.

Pemberdayaan UMK Roti Bakar NAX tidak hanya berbicara soal akses permodalan, tetapi juga meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan kemampuan dalam menghadapi pasar yang kompetitif.

Kegiatan PKM oleh Dosen dan Mahasiswa Universitas Cenderawasih dalam kolaborasi dengan DPPM menjadi jembatan strategis antara dunia akademik dan pelaku usaha lokal untuk mendorong UMK naik kelas.

Pelaksanaan kegiatan PKM merupakan kegiatan yag dilaksanakan lintas fakultas yang merupakan diketuai oleh Bapak Eren Arief Budiman, S,H., M.H dari Fakultas Hukum, dan didukung oleh Bapak El Shadday Sandhy Pustap, S.Kom., M.M., Ibu Ika Fitriani dari Fakultas Hukum, Bapak Elvis Pawan, S.Kom. M.Kom dari Fakultas MIPA dan Bapak Elieser Kulimbang, S.Pd.,M.P.d. dari FKIP. Selain itu kegiatan ini turut juga melibatkan mahasiswa universitas cenderawasih.

UMK dan Tantangannya di Jayapura

UMK di Kota Jayapura tersebar di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kerajinan tangan, kuliner, pertanian perkotaan, hingga jasa layanan. Banyak di antara pelaku UMK merupakan masyarakat lokal yang menjalankan usaha secara turun-temurun atau berdasarkan keterampilan mandiri. Namun demikian, mereka masih menghadapi tantangan yang cukup besar, seperti keterbatasan akses informasi, minimnya literasi digital, kurangnya manajemen keuangan yang sehat, serta kesulitan dalam memperluas jaringan pemasaran.

Kegiatan ini memberdayakan mitra UMK Roti Bakar NAX dengan fokus pada pendampingan perizinan, pendampingan untuk peningkatan kapasitas produksi dan manajemen. Adapun jenis pelatihan yang diberikan berupa digital branding, Packaging, dan Digital Marketing.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun dampaknya mulai dirasakan, kegiatan pemberdayaan UMK melalui PKM tentu masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan pendanaan, jangkauan wilayah yang luas, serta kontinuitas pendampingan menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diatasi.

Oleh karena itu, sinergi lintas sektor sangat diperlukan, tidak hanya dari pihak universitas dan pemerintah daerah, tetapi juga dari dunia usaha, media, dan komunitas lokal.

Universitas Cenderawasih sendiri menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan model PKM yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. “Kami tidak hanya ingin datang, memberi pelatihan, lalu pergi. Tetapi kami ingin hadir sebagai mitra jangka panjang bagi pelaku UMK,” ujar Ketua Tim Pelaksana dari Uncen dalam salah satu forum evaluasi.

Pada kegiatan ini kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, melalui hibah kompetitif nasional sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

RLS