Koreri.com, Sorong – Komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD).
Sebagai wujud peduli dan komitmennya, Pemprov PBD menyerahkan bantuan beasiswa tahun anggaran 2025 kepada mahasiswa yang akan mengakhiri studi akhir.
Bantuan biaya studi akhir yang bersumber dari Dana Otsus ini diserahkan langsung Gubernur Elisa Kambu, S.Sos secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa di aula Kampus Universitas Kristen Papua (UKiP), Kota Sorong, Provinsi PBD Selasa (9/9/25).
Acara penyerahan bantuan biaya studi akhir ini dihadiri Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, Ketua DPRP PBD Ortis Fernando Sagrim, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pimpinan perguruan tinggi, akademisi, mahasiswa penerima beasiswa studi akhir, tokoh masyarakat serta elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya Gubernur Elisa Kambu menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah, khususnya bagi generasi muda Papua.
“Bantuan ini tidak seberapa, namun semangat yang kami ingin tanamkan adalah agar adik-adik mahasiswa memiliki rasa percaya diri. Gunakan dana ini secara maksimal untuk menyelesaikan pendidikan, bukan untuk keperluan lain. Pendidikan ini menjadi jalan utama agar orang Papua bisa maju dan berbuat banyak,” ucapnya.
Gubernur Elisa Kambu mengingatkan kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa agar disiplin dan fokus dalam menyelesaikan studi tepat waktu.
“Waktu di kampus itu singkat, hanya 3 sampai 5 tahun. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk membentuk pengetahuan, kepribadian, dan integritas diri. Ketika kembali ke kampung halaman, kalian harus menjadi berbeda dan membawa perubahan, karena kalian adalah generasi terdidik,” terangnya.
Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD Adolof Kambuaya, bahwa pada tahap pertama, bantuan studi akhir ini telah disalurkan kepada 318 mahasiswa mulai dari jenjang D1, D3, D4, S1, S2 serta S3.
“Kami telah menyalurkan bantuan untuk 318 mahasiswa pada tahap awal. Untuk tahap berikutnya, masih ada mahasiswa yang berkasnya sedang diverifikasi, dan kami targetkan akan disalurkan pada bulan September ini,” rincinya.
Dikatakan Kambuaya bahwa bantuan ini mencakup komponen penting dalam penyelesaian studi, seperti biaya wisuda, penulisan skripsi, tesis, disertasi, hingga kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Program ini diakuinya merupakan bagian dari agenda rutin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya sebagai bentuk dukungan nyata terhadap mahasiswa asli Papua.
“Penyerahan bantuan ini menjadi momen penting dan bersejarah, karena untuk pertama kalinya dilakukan secara simbolis oleh Gubernur definitif Papua Barat Daya sejak provinsi ini dimekarkan,” ucapnya.
Dengan program ini, Pemprov PBD berharap agar generasi muda Papua dapat lebih fokus menyelesaikan pendidikan tanpa terbebani masalah biaya, serta siap berkontribusi bagi demi kemajuan pembangunan daerah setelah lulus nantinya.
RED






























