Kunjungi Biak, Billy Mambrasar Kantongi 5 Aspirasi Utama Masyarakat ke Pusat

Bupati Biak Billy Mambrasar

Koreri.com, Biak – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Billy Mambrasar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Biak Numfor, Rabu (7/1/2026).

Kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan daerah, memastikan efektivitas implementasi kebijakan Otsus Papua, serta menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sebagai dasar perumusan kebijakan di tingkat nasional.

“Melalui kunjungan kerja ini, saya melakukan crosscheck langsung dari semua data yang ada dengan apa yang terjadi secara faktual di lapangan. Terutama mengenai penyerapan Dana Otsus yang bahkan per 2025 kemarin angkanya menyentuh 12 Triliun,” ujarnya di Biak.

Billy juga melakukan audiensi dengan Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra, jajaran Pemerintah daerah, unsur pelayanan publik, serta berbagai kelompok masyarakat.

Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan Otonomi Khusus Papua benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal.

Selama dua hari berada di Biak Numfor, Billy Mambrasar melaksanakan sejumlah agenda strategis yang menyentuh langsung sektor-sektor fundamental pembangunan daerah.

Salah satu kegiatan utama adalah audiensi dengan masyarakat nelayan di Pasar Ikan Biak. Dalam pertemuan itu, para nelayan menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, lemahnya rantai pasok distribusi, serta belum optimalnya nilai tambah komoditas perikanan yang berdampak pada kesejahteraan nelayan.

Selain itu, Billy Mambrasar juga melakukan pertemuan dengan siswa-siswi Sekolah Rakyat, sekaligus meninjau secara langsung perkembangan pembangunan fisik dan proses pembelajaran Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak Orang Asli Papua (OAP).

Agenda lainnya adalah audiensi dengan puluhan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pengurus Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam forum tersebut, dibahas secara mendalam berbagai kendala operasional, mulai dari ketersediaan sarana dan prasarana, distribusi bahan pangan, hingga tantangan pembangunan dapur MBG di wilayah terluar dan sulit dijangkau di Kabupaten Biak Numfor.

Billy Mambrasar juga menggelar rapat tertutup dengan Pelaksana Tugas Direktur RSUD Biak beserta jajaran manajemen rumah sakit.

Rapat ini membahas kondisi fasilitas kesehatan, ketersediaan dan distribusi sumber daya manusia (SDM) kesehatan, serta arah pengembangan RSUD Biak agar mampu berfungsi sebagai rumah sakit rujukan yang memadai, tidak hanya bagi masyarakat Biak Numfor, tetapi juga wilayah sekitarnya.

Hasil dari rangkaian pertemuan dan peninjauan lapangan tersebut, teridentifikasi lima aspirasi utama masyarakat Biak Numfor yang akan diperjuangkan dan dilaporkan secara langsung oleh Billy Mambrasar kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yaitu:

1. Revitalisasi Bandara Frans Kaisiepo Biak agar dapat difungsikan sebagai bandara kargo internasional, sekaligus mendorong pembukaan penerbangan langsung rute Sorong–Biak melalui kerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan maskapai udara BUMN seperti Garuda Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat mempermudah akses wisatawan mancanegara dari Raja Ampat menuju Biak serta memperkuat konektivitas logistik kawasan Papua.

2. ⁠ Penambahan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) serta pengolahan limbah ikan di Pasar Ikan Biak guna meningkatkan nilai tambah hasil laut, menjaga kualitas produk perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

3. ⁠Percepatan pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah terluar dan sulit dijangkau, sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat dan mendukung kualitas kesehatan generasi muda Papua.

4. ⁠Akselerasi peningkatan fasilitas dan layanan RSUD Biak agar mampu menjadi rumah sakit rujukan tingkat provinsi, termasuk mendorong optimalisasi alokasi anggaran Otsus melalui skema seperti Kartu Papua Sehat untuk menjamin akses layanan kesehatan yang layak bagi Orang Asli Papua.

5. ⁠Percepatan pembangunan serta penguatan Sekolah Rakyat sebagai instrumen strategis peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Papua secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut konkret atas kunjungan kerja tersebut, Billy Mambrasar akan segera menyiapkan dan mengirimkan surat rekomendasi resmi kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Rekomendasi ini diharapkan menjadi dasar koordinasi lintas kementerian dalam mempercepat realisasi aspirasi masyarakat Biak Numfor.

“Pembangunan Papua harus dimulai dengan mendengar langsung suara rakyat. Aspirasi masyarakat Biak Numfor ini akan saya kawal secara serius agar dapat diwujudkan menjadi kebijakan yang konkret dan berdampak nyata di tingkat nasional,” tegas Billy Mambrasar.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dan berkelanjutan dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Biak Numfor yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dalam kerangka Otonomi Khusus Papua.

RED