Pemkot Sorong Dorong Upaya Penanggulangan HIV/AIDS Berbasis Data

Pemkot Sorong Penanggulangan HIV AIDS Berbasis Data

Koreri.com, Sorong – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS melalui kebijakan dan program yang berbasis data.

Hal ini disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sorong, Jeremias Gembenop, S.Sos., M.H., saat mewakili Wali Kota Sorong membuka Workshop Diseminasi Hasil Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) HIV dan Sifilis di Tanah Papua serta situasi perkembangan HIV/AIDS di Kota Sorong, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di RM Makan Dofior, Jalan Jenderal Sudirman, Sorong Papua Barat Daya ini dihadiri unsur Pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), pihak Universitas/Perguruan Tinggi, LSM, serta para mitra kerja terkait.

Dalam sambutannya, Jeremias Gembenop menegaskan bahwa upaya penanggulangan HIV/AIDS merupakan komitmen bersama yang harus terus diperkuat secara berkelanjutan.

Ia menyebutkan, sejalan dengan target global Ending AIDS 2030, Pemerintah Indonesia telah menetapkan strategi Three Zero, yakni: tidak ada infeksi HIV baru, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).

“Target 95 persen menjadi indikator penting dalam pencapaian tujuan tersebut. Karena itu, data yang akurat dan intervensi yang tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan,” ujar Gembenop.

Pemkot Sorong Penanggulangan HIV AIDS Berbasis Data2Ia menjelaskan, Kota Sorong sebagai salah satu wilayah pelaksanaan STBP tahun 2025 memiliki peran strategis dalam menyediakan data dan informasi yang valid sebagai dasar penyusunan kebijakan serta program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.

“Hasil STBP ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang konkret mengenai kondisi epidemiologi dan perilaku masyarakat, sehingga program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Pemkot Sorong juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komisi Penanggulangan AIDS Kota Sorong, Dinas Kesehatan, KPA serta seluruh mitra kerja yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan survei tersebut.

Menurutnya, workshop diseminasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.

Lebih lanjut, Jeremias berharap seluruh peserta workshop dapat memanfaatkan hasil STBP sebagai dasar perencanaan program, memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi, meningkatkan layanan tes dan pengobatan HIV serta pendampingan bagi ODHA, sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat.

“Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita optimistis penanggulangan HIV/AIDS di Kota Sorong dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

ZAN