Lebaran di Sinak: Rasa Aman Tumbuh dari Kedekatan Aparat dan Masyarakat

IMG 20260321 WA0032

Koreri.com, Sinak – Suasana Idulfitri di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, tahun ini terasa berbeda.

Di tengah keterbatasan wilayah pegunungan yang kerap dihadapkan pada tantangan keamanan, masyarakat justru merasakan ketenangan yang lebih kuat saat menjalankan ibadah.

Sejak pagi, Sabtu (21/3/2026), warga mulai memadati Masjid Ar Rochim untuk melaksanakan Salat Idulfitri.

Tidak hanya jamaah, kehadiran aparat dari Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 juga tampak menyatu dengan masyarakat. Mereka tidak sekadar berjaga, tetapi turut berbaur, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Bagi warga Sinak, momen ini bukan hanya tentang perayaan hari kemenangan, tetapi juga tentang rasa aman yang perlahan tumbuh dari kehadiran aparat yang lebih humanis.

Di tengah aktivitas ibadah dan keramaian di Pasar Sinak, masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir berlebih.

Pendekatan yang dilakukan aparat terlihat berbeda. Tidak ada kesan kaku atau berjarak. Personel terlihat berdialog dengan warga, menyapa, bahkan ikut merasakan suasana Lebaran bersama. Hal ini memberikan dampak psikologis yang signifikan, terutama di wilayah yang sebelumnya kerap diliputi ketegangan.

Pengamanan yang dilakukan tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga membangun kepercayaan. Observasi di titik-titik keramaian seperti pasar menjadi bagian dari upaya memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal tanpa gangguan.

Sejumlah warga mengaku kehadiran aparat kali ini terasa lebih dekat dan bersahabat. Rasa aman yang tercipta bukan semata karena penjagaan, tetapi karena adanya interaksi yang membangun kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat.

Di sisi lain, aparat juga menunjukkan komitmen untuk terus menjaga stabilitas wilayah, khususnya pada momen penting seperti Idulfitri. Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya soal keamanan, melainkan bagaimana keamanan itu dihadirkan dengan cara yang lebih manusiawi.

Lebaran di Sinak tahun ini menjadi gambaran bahwa stabilitas tidak hanya dibangun melalui pengamanan ketat, tetapi juga melalui pendekatan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung. Ketika rasa aman hadir bersama rasa kedekatan, maka suasana damai pun terasa lebih nyata.

RLS