Koreri.com, Bintuni – Harmony School Terpadu Bintuni, Papua Barat dikenal sebagai sekolah swasta dengan standar internasional khususnya dalam penerapan sistem pembelajaran berbasis bahasa Inggris.
Hal ini terlihat jelas dalam prosesi kelulusan angkatan perdana Sekolah Dasar (SD) Harmony School Terpadu Bintuni tahun ajaran 2025/2026.
Dimana para siswa tampil percaya diri berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris, baik dalam pidato maupun penyampaian pesan dan kesan.
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat (DPRP PB) Syamsudin Seknun, S.Sos., S.H., M.H mengapresiasi kemajuan anak bangsa melalui sekolah ini.
“Kemampuan ini menunjukkan bahwa anak-anak Papua Barat memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing secara global jika didukung dengan sistem pendidikan yang tepat,” ungkapnya seusai menghadiri acara The Graduation Grade VI di Aula Utama Harmony School Terpadu Bintuni, Senin (8/6/2026).
Dijelaskan Legislator Papua Barat ini bahwa, keberadaan Harmony School dinilai sebagai aset penting bagi Kabupaten Teluk Bintuni dan Provinsi Papua Barat. 
Sekolah ini tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi contoh model pendidikan modern yang perlu mendapat perhatian dan dukungan lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi Papua Barat (Pemprov PB) pun menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan sekolah-sekolah swasta berkualitas, termasuk Harmony School.
Pria yang sering disapa Sase ini mengungkapkan dukungan Pemprov tersebut telah diberikan secara berkelanjutan selama tiga tahun terakhir melalui berbagai program, termasuk bantuan dari Dinas Pendidikan Papua Barat.
Upaya ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah yang masih menjadi tantangan di wilayah Papua Barat, sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS).
Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan visi nasional dalam menciptakan generasi emas Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
“Dengan keberhasilan meluluskan angkatan pertama, Harmony School kini menegaskan perannya sebagai salah satu pelopor pendidikan berkualitas di Papua Barat, sekaligus membuka harapan baru bagi masa depan generasi muda di Tanah Papua,” ujarnya.
KENN
























