Koreri.com, Manokwari – Penampilan Paduan Suara (PS) Kontingen Papua Barat Daya (PBD) dalam ajang Pesparawi Nasional XIV 2026 di Auditorium Rektorat Universitas Papua (UNIPA), Amban, Manokwari, Sabtu (27/6/2026) mendapat apresiasi meriah dari penonton, termasuk dari kontingen daerah lain.
Pelatih tim PS Papua Barat Daya, Hans Sitompul, mengaku bersyukur atas respons positif tersebut. Ia menyebut penampilan yang ditampilkan merupakan hasil latihan sekitar setengah tahun dengan komposisi personel yang sempat mengalami perubahan.
“Ya, kita sudah latihan kurang lebih setengah tahun. Personel juga sempat gonta-ganti. Jadi tadi kita sudah tampilkan yang terbaik. Hasilnya biar Tuhan yang atur,” ujar Hans Sitompul kepada wartawan di lokasi kegiatan.
Dukungan penonton terasa kuat, bahkan datang dari kontingen luar Papua, termasuk DKI Jakarta, Bali yang turut memberikan aplaus atas penampilan tersebut.
Dalam penampilan itu, Kontingen PBD membawakan tiga lagu, yakni satu lagu wajib, lagu pilihan, serta lagu ketiga Just Can’t Tell It All karya Brian Smith.
“Lagu pertama itu lagu wajib, saya agak lupa judulnya. Lagu kedua Pilihan Terikat, yang ketiga Just Can’t Tell It All karya Brian Smith,” ujar Hans.
Hans menjelaskan, total personel yang tampil di atas panggung berjumlah sekitar 30 orang, termasuk konduktor dan pianis.
Adapun pianis yang mendampingi adalah Juserna Kosasi, sementara posisi konduktor dipegang langsung oleh dirinya.
“Total kita di panggung sekitar 30 orang termasuk konduktor dan pianis,” tuturnya.
Terkait pengalaman, Hans menyebut dirinya sudah beberapa kali mengikuti Pesparawi sebelumnya, namun banyak anggota tim yang baru pertama kali tampil di ajang nasional tersebut.
Meski demikian, ada pula anggota yang sudah berpengalaman lebih dari satu kali.
“Untuk saya sudah beberapa kali, tapi peserta ada yang baru pertama kali, ada juga yang sudah lebih dari sekali,” katanya.
Kontingen PBD sendiri mengikuti 12 kategori lomba dalam Pesparawi tahun ini. Hans berharap seluruh proses yang dijalani dapat memberikan hasil terbaik bagi daerahnya.
“Kita ikut 12 kategori. Harapannya semoga Papua Barat Daya bisa pulang bawa sesuatu yang bagus. Apapun itu kita terima dengan sukacita,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hans juga mengenang pengalamannya pada penyelenggaraan Pesparawi di Yogyakarta beberapa tahun lalu, saat dirinya menjadi konduktor untuk kategori paduan suara remaja dan pemuda.
“Waktu di Jogja saya konduktor untuk PSR-Pemuda. Waktu itu kita dapat juara ketiga nasional,” pungkasnya.
KENN
























