Distribusi Pipa HDPE PTFI Terkendala Pasca Hibah, Ternyata Ini Sebabnya

Pemkab Mimika PTFI Perkuat Layanan Air Bersih4
Bantuan hibah yang diberikan berupa 1.724 batang pipa jenis HDPE berdiameter 10 inci / Foto : EHO

Koreri.com, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika terus mengupayakan percepatan distribusi pipa HDPE hibah dari PT Freeport Indonesia (PTFI), meski proses pengangkutan masih menghadapi kendala teknis terkait standar transportasi perusahaan.

Kepala Dinas PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran hibah telah disederhanakan.

Namun, pengangkutan material tetap harus menggunakan armada dengan spesifikasi khusus sesuai standar operasional Freeport.

“Dalam satu minggu terakhir, tim dari bidang Cipta Karya harus bolak-balik karena kendaraan yang tersedia di daerah belum memenuhi standar. Kami harus mencari armada lain yang sesuai,” ujar kadis PUPR Yoga Pribadi dalam keterangannya di Timika, Papua Tengah, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, sistem transportasi milik Freeport sudah terikat kontrak dengan pihak ketiga sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan di luar skema yang telah ditetapkan.

Akibatnya, Pemerintah daerah diminta menyiapkan armada sendiri yang memenuhi standar tersebut.

Meski demikian, Pemkab Mimika menargetkan proses distribusi dapat segera dituntaskan. Pengangkutan pipa dari lokasi penimbunan di Batevriput menuju titik penyimpanan diperkirakan memakan waktu sekitar 15 hari.

Untuk mendukung kelancaran distribusi, pipa-pipa tersebut sementara akan ditempatkan di tiga lokasi, yakni:

Lahan belakang Kantor Imigrasi (rencana pembangunan),

Kantor Dinas PUPR di kawasan SP5,

Gudang milik pemerintah daerah di SP3.

Jumlah pipa yang diterima mencapai lebih dari 1.000 batang dengan ukuran bervariasi, menyesuaikan ketersediaan stok dari pihak Freeport serta kebutuhan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Mimika.

“Tidak semua spesifikasi yang kita butuhkan tersedia, sehingga disesuaikan dengan stok yang ada. Namun tetap bisa mendukung jaringan air bersih yang telah dirancang,” jelasnya.

Nilai total hibah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar, yang diharapkan menjadi pengungkit percepatan pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah Mimika.

Pemerintah daerah menegaskan, koordinasi dengan pihak Freeport telah dilakukan sejak awal guna memastikan kebutuhan material terpenuhi.

Pemkab Mimika pun optimistis distribusi pipa dapat segera rampung sehingga pembangunan jaringan air bersih bisa berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

EHO