Dinkes Targetkan 2028 Kota Sorong Bebas Malaria

IMG 20260728 WA0019
Sosialisasi Percepatan Eliminasi Malaria yang berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Selasa (28/7/2026) / Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong terus memperkuat upaya percepatan eliminasi malaria melalui berbagai program kesehatan dan peningkatan kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah Kota Sorong menargetkan wilayah tersebut dapat mencapai status bebas malaria pada tahun 2028.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Percepatan Eliminasi Malaria yang berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Selasa (28/7/2026).

Eliminasi malaria merupakan program nasional yang bertujuan menghentikan penularan malaria secara lokal melalui penguatan surveilans, penemuan kasus secara aktif, pengobatan yang tepat dan sesuai standar, pengendalian vektor, serta peningkatan peran masyarakat dan dukungan lintas sektor.

IMG 20260728 WA0018Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat mengatakan malaria masih menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan peran aktif dan keterlibatan Pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, fasilitas pelayanan kesehatan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen dan kerja sama mempercepat upaya pemberantasan penyakit tersebut.

“Diperlukan peran aktif semua pihak, karena eliminasi malaria tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan semata,”kata Jemima ketika membuka kegiatan.

Dalam mendukung target eliminasi malaria, Dinkes Kota Sorong telah menjalankan berbagai program melalui puskesmas yang berperan memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Berbagai intervensi yang dilakukan meliputi pemeriksaan dini dan penemuan kasus secara aktif, pengobatan sesuai standar,distribusi kelambu berinsektisida, penyemprotan dinding rumah atau Indoor Residual Spraying (IRS), penggunaan larvasida, penyelidikan epidemiologi, serta promosi kesehatan.

Selain memberikan pelayanan pengobatan, Puskesmas juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan malaria, deteksi dini, serta penanganan yang tepat apabila ditemukan gejala penyakit tersebut.

Secara khusus sosialisasi Percepatan Eliminasi Malaria bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai kebijakan eliminasi malaria, strategi percepatan eliminasi dan dukungan lintas sektor serta membangun komitmen bersama untuk mempercepat penghentian penularan malaria di Kota Sorong

Jemima berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian malaria.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama serta membangun komitmen, kolaborasi, dan koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan upaya pencegahan malaria,” harapnya.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan partisipasi aktif masyarakat, Dinkes Kota Sorong optimistis target eliminasi malaria pada tahun 2028 dapat tercapai sehingga Kota Sorong dapat mewujudkan status bebas malaria.

ZAN