Koreri.com, Kenyam – Tongkat estafet kepemimpinan Ikatan Keluarga Tabi Saireri (Iktisar) di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan resmi berganti.
Anak muda kini dipercaya memimpin wadah kekeluargaan yang menghimpun masyarakat dari rumpun Tabi dan Saireri yang berdomisili serta bekerja di wilayah Ndugama.
Dalam pemilihan yang berlangsung di Kenyam, Jumat (21/8/2026), Alexander Pai terpilih sebagai Ketua Iktisar Kabupaten Nduga, sementara Efert Mofu dipercaya sebagai Sekretaris.
Keduanya mendapat mandat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus memperkuat Iktisar sebagai wadah pemersatu masyarakat Tabi dan Saireri di Kabupaten Nduga.
Penasehat Iktisar Kabupaten Nduga, Lukas Arwako, mengatakan gagasan pembentukan ikatan tersebut berawal dari keinginan untuk menyatukan masyarakat Tabi dan Saireri yang berada di wilayah pegunungan, khususnya mereka bekerja dan berdomisili di Ndugama.
Menurut Lukas, perkembangan komunitas Tabi dan Saireri di Kabupaten Nduga dalam beberapa tahun terakhir cukup baik.
Karena itu, diperlukan sebuah wadah bersama yang mampu merangkul seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang suku.
“Dari waktu ke waktu kami melihat perkembangannya luar biasa. Masyarakat dari wilayah Tabi dan Saireri semakin banyak berada di sini,” ujar Lukas.
Ia menjelaskan, komunitas asal Biak dan Serui merupakan bagian yang cukup besar, sementara sejumlah suku lainnya masih berjumlah sedikit. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dibentuknya wadah bersama.
“Kalau komunitasnya masih sedikit, kami ingin tetap menjadi satu. Nanti ketika sudah semakin banyak, masing-masing komunitas bisa membentuk ikatan sendiri. Untuk sekarang, kita satukan dulu dalam satu wadah,” katanya.
Lukas menegaskan, Iktisar bukan dimaksudkan untuk menghilangkan identitas organisasi atau ikatan keluarga yang telah ada.
Sebaliknya, wadah tersebut dibentuk untuk memperkuat persaudaraan dan menjadi rumah bersama bagi masyarakat Tabi dan Saireri.
Ia juga menyebut pembentukan Iktisar di Kabupaten Nduga telah diawali dengan ibadah bersama di Gereja Bethel Kenyam sebelum dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan.
“Tujuan utamanya adalah menyatukan anak-anak Tabi dan Saireri menjadi satu. Kita ingin mereka saling membantu, memberikan bimbingan dan bersama-sama membangun daerah tempat kita berada,” ujarnya.
Untuk tahap awal, kepengurusan yang terbentuk terdiri atas ketua, sekretaris dan bendahara.
Selanjutnya, pengurus akan membentuk tim formatur untuk menyusun struktur organisasi secara lengkap, termasuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Lukas berharap kepemimpinan baru di bawah Alexander Pai dan Efert Mofu mampu membawa Iktisar menjadi organisasi kekeluargaan yang terbuka, solid dan mampu menjadi ruang komunikasi bagi generasi muda.
“Kami menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada generasi berikutnya. Ikatan ini bukan sekadar nama, tetapi menjadi wadah untuk mengumpulkan dan mempersatukan dua rumpun besar ini,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan anak muda dalam kepemimpinan Iktisar menjadi penting agar organisasi dapat berkembang mengikuti kebutuhan anggotanya sekaligus berkontribusi positif bagi pembangunan di Kabupaten Nduga.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Iktisar Kabupaten Nduga diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang bersama untuk memperkuat solidaritas, memberikan pendampingan dan mendorong kontribusi masyarakat Tabi dan Saireri bagi pembangunan Papua Pegunungan.
EHO


























