63.856 Kasus ISPA Tercatat di Mimika hingga Minggu ke-35 2026

IMG 20260928 WA0048

Koreri.com,Timika — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat sebanyak 63.856 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berdasarkan data surveilans hingga minggu ke-35 tahun 2026.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Mimika, Kamaluddin, mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi kasus ISPA yang tercatat dari berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Mimika.

“Di surveilans kami, minggu pertama sampai minggu ke-35 tahun 2026 ada 63.856 kasus ISPA yang datang dari seluruh fasilitas di Mimika,” ujar Kamaluddin saat ditemui awak media di Kantor Dinkes Mimika, Senin (28/9/2026).

Menurut Kamaluddin, ISPA masih menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan di fasilitas kesehatan di Mimika. Berdasarkan pemantauan di puskesmas, ISPA masuk dalam daftar penyakit dengan jumlah kasus tinggi, selain malaria.

Ia mengatakan, kasus ISPA memang masih tergolong tinggi dari tahun ke tahun. Namun, pihaknya belum dapat memastikan adanya peningkatan signifikan yang berkaitan dengan kondisi cuaca, debu, maupun asap yang terjadi belakangan ini karena masih membutuhkan data pembanding.

“Kalau meningkat sekali sih, tidak. Karena kabut asapnya juga tidak searah. Tapi saya belum ada pembandingnya,” katanya.

Kamaluddin menjelaskan, kondisi kemarau yang disertai debu dan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Untuk itu, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker ketika berada di lingkungan berdebu atau berasap, serta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara kurang baik.

“Kalau lagi kemarau begini banyak debu, kemudian sekarang ada asap, masker juga digunakan untuk proteksi. Kalau ada keluhan, bisa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati. Paparan asap dapat memperberat keluhan hingga menyebabkan sesak napas.

“Kalau dengan asap begini biasanya keluhannya akan lebih berat, sampai bisa sesak. Itu yang harus dihindari. Kalau tidak terlalu penting untuk keluar rumah, mungkin lebih baik di rumah selama banyak asap,” pungkasnya.

NUEL