Pemkot Sorong Resmi Perpanjang Belajar Daring, Ini Penegasan Wali Kota !

Edaran Walikota Sorong bELAJAR DARING

Koreri.com, Sorong – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (PBD) resmi memperpanjang proses pembelajaran dari rumah (BDR) secara daring atau online mulai terhitung sejak Senin (12/10/2026).

Wali Kota Sorong, Septinus Lobat dalam surat edarannya nomor : 100.3.4.3/1317/2026 tanggal 9 Oktober 2026 yang ditujukan kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan TK/PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK Negeri/Swasta se-Kota Sorong menjelaskan tentang alasan Pemerintah memperpanjang belajar daring tersebut.

Dalam edaran itu, Wali Kota mempertimbangkan masukan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Papua Barat dan hasil pemantauan kondisi terkini dari Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) sorong menunjukan Konsentrasi Partikulat halus (PM 2.5) berada pada kategori tidak sehat.

“Maka untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan bagi Peserta Didik akibat El Nino yang mengakibatkan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” tegas Septinus Lobat dalam surat edarannya.

Dengan alasan itu, Wali Kota Sorong memerintahkan :

1. Terhitung mulai Hari Senin tanggal 12 Oktober 2026 seluruh satuan pendidikan di lingkungan Pemerintah Kota Sorong agar melaksanakan kegiatan Pembelajaran Dari Rumah (BDR) secara daring/online.

Edaran Walikota Sorong bELAJAR DARING22. Mekanisme Pembelajaran daring/online secara teknis kepala Satuan Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Sorong.

3. Orang Tua/wali murid wajib memastikan anak tetap berada di rumah pada saat proses pembelajaran secara daring/online berlangsung.

4. Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong dan jajaran wajib memantau pelaksanaan proses pembelajaran secara daring/online.

5. Edaran ini berlaku sampai menunggu pemberitahuan selanjutnya tentang kondisi kabut asap di Kota Sorong

Selain itu, Septinus Lobat mengungkapkan jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Sorong mencapai 23.482 kasus hingga September 2026.

Angka yang cukup fantastis ini menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terkait keselamatan anak-anak yang berisiko terpapar asap kebakaran yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.

“Menyikapi kondisi ini, kalau memang kasus ISPA meningkat, tentu belajar dari rumah akan kita perpanjang,” tegas Septinus dalam keterangan persnya usai memimpin rapat koordinasi bersama pimpinan OPD di Ballroom Pollariss, Hotel Vega Prime, Sabtu (10/10/2026).

Pihak pemkot terus memantau perkembangan kasus ISPA dan kondisi kualitas udara sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan lanjutan, termasuk perpanjangan pembelajaran dari rumah.

Langkah ini diharapkan dapat melindungi peserta didik dari paparan asap hingga kondisi lingkungan kembali aman.

KENN