Koreri.com, Sorong– Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Papua Barat Daya (KONI PBD) menampilkan 30 atlit pada pekan olahraga nasional (PON) XXI tahun 2024 yang berlangsung di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara bulan september nanti.
Ketua Harian KONI Papua Barat Daya Abu Bakar Gusti menegaskan bahwa 30 atlit yang siap berlaga membawa nama Provinsi ke-38 ini sudah memenuhi syarat sesuai ketentuan KONI Pusat.
ABG sapaan akrab ketua harian KONI Papua Barat Daya menjelaskan hasil pertemuan bersama dengan KONI pusat pada tanggal 4 dan 5 september 2023 lalu di Jakarta, bahwa kriteria setiap Atlit yang dipersiapkan yang dipersiapkan KONI daerah otonomi baru harus mereka yang sudah mengikuti kejuaraan nasional dan mendapat juara 1,2 dan 3.
Pertemuan ini juga sekaligus dilakukan verifikasi pengajuan daftar atlit bersama KONI induk baik Papua maupun Papua Barat dengan daerah otonomi baru (DOB).
“Kita crosscheck daftar pengajuan atlit yang akan tampil di PON Aceh dan Sumut tahun 2024 mendatang. Jangan sampai ada nama daftar atlit yang diajukan oleh Papua Barat Daya ternyata juga ada namanya di KONI Papua Barat selaku KONI induk. Nah pertemuan KONI Papua Barat dan Papua Barat Daya dilakukan langsung di rumah Ketua Umum KONI Pusat. Kita mendapat perhatian istimewa, sedangkan pertemuan KONI lainnya dilakukan dikantor pusat KONI,” ungkap ABG didampingi Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Papua Barat Daya Waskito Aji Suryo Putro saat menyampaikan keterangan pers di Sorong Cafe Km 9, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis(7/9/2023) malam.

“Jadi sebelumnya telah ada dua kali pertemuan di KONI Pusat. Nah dua kali pertemuan data atlit masih mentah. Tapi pertemuan terakhir kemarin dari total semuanya ada 34 atlit yang diajukan dan dibawa dari daerah untuk cabang olahraga perseorangan yang mendapat wild card untuk DOB,” urainya.
Menurutnya 34 nama atlit yang diajukan masing-masing dari cabang olahraga (cabor) atletik, karate, sambo, kick boxing, kempo, judo, pencak silat,taekwondo dan tinju yang memenuhi persyaratan. Dimana atlit-atlit dari cabor pernah berprestasi pada kejuaraan nasional. Oleh karena itu cabor lainnya yang atlitnya tidak lolos dalam verifikasi, dikarenakan tidak memenuhi persyaratan yang diberikan dari KONI Pusat. Ditambahkan pula bahwa KONI DOB adalah KONI Persiapan PON.
“Pengajuan nama atlit kita ada dua opsi yang diajukan ke KONI Pusat yakni opsi pertama 34 atlit dan opsi kedua 45 atlit. Akan tetapi semua keputusan diambil oleh KONI Pusat. Tapi kembali lagi yang diambil hanya 30 atlit itupun harus sesuai persyaratan dari KONI Pusat yakni atlit yang juara atau berprestasi pada kejuaraan nasional. Nah 30 atlit ini juga akan dikoordinasikan KONI Pusat dengan Pengurus Besar Cabor masing-masing. Kemudian dilakukan teknikal delegued mulai dari KTP atlit dan sebagainya. Ini yang harus kami sampaikan khusus kepada semua pecinta olahraga di Papua Barat Daya dan masyarakat umumnya,” sahutnya.

“Kita ada penambahan 4 atlit orang atlit dari IMI yang ikuti BK. Tapi perlu diketahui untuk ikut BK seluruh biayanya menjadi tanggung jawab dari cabor IMI Papua Barat Daya. Karena KONI PBD tidak membiayai BK atau Pra PON. Jangan salah persepsi IMI PBD ikut BK, dengan memakai biaya mereka sendiri. Jadi sekali lagi kita sampaikan, bukan kita yang putuskan atlit yang akan tampil di PON 2024 mendatang. Tapi dari pusat, kita hanya mengajukan sesuai dengan persyaratan yang dikeluarkan oleh KONI Pusat,” bebernya.
KENN































