Jejak Sejarah dan Amanah Pengabdian Safanpo-Imadawa

Gub PPS n Istri Penyambutan

Koreri.com, Merauke – Ribuan masyarakat telah hadir sejak pagi menunggu Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo – Paskalis Imadawa tiba di lapangan Mandala Merauke, Selasa (4/3/2025).

Setibanya di lokasi, Gubernur Apolo Safanpo langsung mengajak masyarakat untuk mengenang perjalanan panjang Papua Selatan.

Ia mengulas sejarah panjang daerah ini, mulai dari kehadiran penjajah Belanda pada awal abad ke 20 hingga pembentukan Kabupaten Merauke pada 1969.

“Sejak abad pertengahan, tanah ini telah dihuni dan dikelola oleh leluhur kita. Pada 1902, pos-pos pemerintahan Belanda mulai berdiri di Merauke, dan pada 1969, dengan lahirnya UU Nomor 12 Tahun 1969, terbentuklah Kabupaten Merauke sebagai bagian dari Provinsi Irian Barat,” tuturnya.

Gub PPS Penyambutan 2Safanpo menekankan bahwa pembangunan Papua Selatan bukanlah sesuatu yang baru dimulai, melainkan merupakan estafet panjang yang telah dirintis oleh generasi terdahulu. Dan kini, tongkat estafet itu berada di tangan generasi sekarang.

“Kita semua adalah pekerja di kebun anggur yang dipercayakan oleh Tuhan. Para pendahulu kita telah bekerja, mengabdi dan melayani masyarakat di tanah Papua Selatan. Suatu saat nanti, ketika kita sudah tiada, generasi berikutnya yang akan melanjutkan tugas ini,” katanya dengan penuh makna.

Gub PPS Penyambutan3Dengan penuh harapan, Safanpo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, menyumbangkan tenaga, pikiran dan energi demi kemajuan Papua Selatan.

“Saat ini, Tuhan mempercayakan kebun anggur ini kepada kita. Marilah kita memberikan yang terbaik untuk mengabdi, berkarya, dan melayani,” pungkasnya.

Di tengah tantangan anggaran dan transisi kebijakan, semangat kebersamaan dan pengabdian tetap menjadi harapan bagi Papua Selatan untuk terus maju dan berkembang demi kesejahteraan masyarakatnya.

NKTan