Segera Dunia Bebaskan Raja Ampat dari Penjajah Alam

Fonataba Waket DPR PB
Anggota DPRP Papua Barat Daya Jongky R. Fonataba, S.E., M.M. / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Mata dunia kini tertuju ke Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, sebuah kawasan konservasi yang keindahan alam wisatanya telah mendunia atau diakui secara internasional.

Namun beberapa waktu belakangan ini, kawasan  yang diibaratkan “Surga Kecil Jatuh ke Bumi”  itu mulai terusik dengan aktivitas pertambangan nikel yang dampaknya mulai terasa hingga memicu reaksi berbagai kalangan angkat bicara menyoroti soal itu.

Anggota DPRP Papua Barat Daya, Jongky R. Fonataba, SE, MM secara khusus melontarkan kecaman keras sebagai bentuk pernyataan sikap atas kondisi yang sementara terjadi di Raja Ampat.

“Karena itu, saya mengajak masyarakat adat Papua dan komunitas dunia pencinta alam  untuk sama-sama kita bersatu serta bersuara keras melawan penjajah alam di muka bumi tanpa memandang bulu,” ajaknya.

Jongky menegaskan tidak mentolelir apapun alasan dari pihak-pihak yang memberikan ijin terhadap berbagai perusahaan yang melakukan aktivitas pertambangan nikel atau aktivitas  lain di gugusan pulau dan laut di Raja Ampat untuk mengeruk hasil bumi.

“Kita harus lawan,” tegasnya.

Senior Member GMKI Yogyakarta ini meminta semua pihak untuk jangan lagi tergiur melihat kekayaan alam Papua lantas semena-semena dan arogan mau mengeruk kekayaan alam Papua untuk meraup keuntungan sepihak tanpa memikirkan masyarakat Papua dan alamnya untuk kelangsungan hidup anak cucu.

“Sudah cukup model-model penjajahan di Tanah Papua dan terhadap orang Papua seperti ini. Oleh karena itu, saya sebagai Wakil Rakyat dan Orang Asli Papua meminta segera Pemerintah pusat menghentikan aktivitas pertambangan nikel di Gag, Raja Ampat dan mencabut SIUPnya,” desaknya.

Jongky secara khusus juga berterima kasih kepada teman-teman aktivis dari Greenpeace yang telah menyuarakan suara rakyat dan alam Raja Ampat Papua untuk mendapatkan perhatian semua pihak.

Jika tidak disuarakan dari sekarang maka dirinya yakin lagu TANAH PAPUA yang biasa dilantunkan pada acara-acara formil  di Papua akan terdengar fals dan sudah tak senada antara isi syair lagu tersebut dengan realita saat ini.

………..

Gunung-gunung, lembah-lembah

Yang penuh misteri

Kan ku puja s’lalu

Keindahan alammu yang mempesona

Sungaimu yang deras mengalirkan emas

Syo.. Ya Tuhan..Trima..kasih

………….

“Kami DPRP Papua Barat Daya segera turun meninjau lokasi daerah-daerah pertambangan nikel di wilayah kabupaten surga alam dunia Raja Ampat,” pungkasnya.

KENN