Warga Respon Baik Pembangunan RSUD Modern di Namlea

Peletakkan Batu Pertama RSUD Namlea

Koreri.com, Namlea – Peletakkan batu pertama pembangunan RSUD Kabupaten Buru, rumah sakit megah dan modern pada Kamis (17/7/2025) lalu di Desa Lala, Kecamatan Namlea menjadi tonggak sejarah baru di Provinsi Maluku.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin didampingi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Bupati Buru Ikram Umasugi melakukan prosesi peletakan batu pertama tersebut.

Total anggaran hingga Rp139 miliar dialokasikan bagi pembangunan fasilitas kesehatan megah ini.

“Dengan investasi Rp139 miliar, RSUD ini bukan sekedar bangunan tiga lantai tapi lebih  dari itu merupakan simbol harapan baru bahwa negara hadir bukan di atas meja rapat, tapi di tengah jerit dan air mata rakyatnya,” tegas Bupati Ikram kala itu.

“Ini bukan batu pertama pembangunan, ini batu revolusi kritis untuk sistem lama yang membusuk dan ini pula batu pondasi bagi masa depan yang penuh martabat keberpihakan,” sambungnya.

Respon baik pun datang dari warga atas proyek pembangunan fasilitas kesehatan modern ini.

Taufik Rupelu, warga Buru yang saat ini berdomisili di Jakarta merespon positif dimulainya pembangunan RSUD modern tersebut.

“Luar biasa kebijakan ini, kalau su bagini orang miskin sudah boleh sakit. Karena biasanya katong dengar orang selalu mengatakan orang miskin dilarang sakit, bahasa ini sudah sangat populer di Indonesia, berarti su tau jawabannya toh kalo orang miskin sakit siooo,” responnya dengan dialek khas Maluku.

Uri yang bersuamikan orang Namlea namun berkediaman di Jakarta pun memberikan respon poisitifnya.

“Dari dulu suami saya mengajak untuk tinggal di Buru saja, saya sangat senang karena alamnya bagus, tetapi yang saya khawatirkan adalah masalah pelayanan kesehatan,” akuinya ketika diwawancarai via aplikasi WhatsAppnya soal pendapatnya tentang berita pembangunan RSUD dimaksud.

“Dulu saya pernah ikut suami datang ke Namlea. Saat itu saya diajak suami jalan-jalan keliling Kota Namlea. Dan singgah di RSUD Namlea melihat fasilitas RS hanya seperti itu, saat beberapa tahun lalu saya dan anak-anak ikut berlibur ke Pulau Buru,” sambung Uri.

Ia mengaku saat itu pesimis jika nantinya tinggal di Namlea dengan pelayanan RS yang minim fasilitas.

“Dalam hati saya ketika ada pasien harus dirujuk ke RS besar lainnya untuk mendapat fasilitas yang lebih memadai pasti harus melalui perjalanan yang cukup panjang ke luar pulau,” akui Uri.

Namun ia kini optimis dengan adanya pembangunan RSUD modern di Pulau Buru.

“Dengan adanya berita sudah dilakukan pembangunan Rumah Sakit Modern di Namlea ini, saya sangat senang mendengarnya. Jadi kedepan kalau suami ajak saya untuk tinggal di Buru siapa takut. Kan saat ini sudah dibangun rumah sakit modern,” pungkasnya.

RLS