Kunker Bupati Rettob dan Rombongan ke Ipaya Penuh Haru, Ini Kisah Dibaliknya

IMG 20251103 WA0016

Koreri.com, Timika – Bupati Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong, Dandim 1710 Mimika Letkol (Inf) M. Slamet Wijaya, serta pimpinan OPD, TP-PKK dan Dekranasda melanjutkan kunjungan kerja (kunker) ke Kampung Ipaya, Distrik Amar, Senin (3/11/2025).

Kunker ke tanah kelahiran Bupati Rettob di wilayah pesisir diwarnai momen penuh haru saat penyambutan oleh masyarakat.

Rombongan tiba di Muara Ipaya sekitar pukul 06.30 WIT, dihadang belasan perahu berhias janur kuning berjejer di perairan menyambut kedatangan rombongan.

IMG 20251103 WA0015Saat perahu penjemputan yang ditumpangi Bupati merapat ke daratan, ratusan warga telah menunggu di bibir pantai sambil menarikan tarian adat Kamoro sebagai ungkapan sukacita atas kedatangan putra Ipaya yang kini memimpin Kabupaten Mimika itu.

Sejumlah tokoh adat dan masyarakat tampak mengenakan pakaian tradisional serta memukul tifa, menandai kembalinya Bupati Rettob.

Kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Mimika di wilayah pesisir bertujuan meninjau langsung kondisi masyarakat serta memastikan pemerataan pembangunan hingga ke kampung-kampung terluar.

Dalam beberapa hari terakhir, keduanya telah meresmikan fasilitas air bersih, membuka pelayanan kesehatan, dan mendengarkan aspirasi warga di sejumlah distrik seperti Mimika Barat Jauh dan Mimika Barat Tengah.

IMG 20251103 WA0014Johannes Rettob yang dikenal dengan nama adat Kamoro “Paniti”, merupakan figur yang tumbuh besar di tanah Kamoro, tepatnya di Kampung Ipaya. Sejak kecil, ia hidup dalam kultur masyarakat pesisir yang kuat dengan tradisi maritim dan semangat gotong royong.

Nilai-nilai itu pula yang terus dibawanya dalam kepemimpinan di Mimika—menekankan kedekatan dengan rakyat dan pemerataan pembangunan hingga ke kampung asalnya.

Masyarakat Ipaya menyambut penuh kebanggaan atas kehadiran Bupati John Rettob. “Ini pertama kali dalam sejarah, putra asli Ipaya yang jadi Bupati kembali datang dalam kunjungan kerja resmi,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan di Ipaya meliputi pertemuan dengan warga, dialog pembangunan, serta peninjauan beberapa fasilitas desa dan sarana umum yang telah dibangun pemerintah daerah.

TIM