Koreri.com, Timika – Kepemimpinan pasangan Johannes Rettob dan Emanuel Kemong (JOEL) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah tepat memasuki usia satu tahun pada 25 Maret 2026.
Gelar syukuran yang dirangkaikan dengan Halal bi Halal Pemerintah Kabupaten Mimika di gedung Eme Neme Yauware Timika, Rabu (25/3/2026) menandai momen krusial tersebut.
Bupati Johannes Rettob bersama wakilnya Emanuel Kemong berkesempatan memaparkan sejumlah pencapaian yang telah diraih selama satu tahun memimpin negeri berlimpah susu madu tersebut.
Keduanya menegaskan, bahwa arah pembangunan Mimika tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai program prioritas telah dilaksanakan sebagaimana janji awal keduanya saat mulai resmi memimpin daerah itu pasca dilantik Gubernur Meki Nawipa di Nabire, Provinsi Papua Tengah pada 25 Maret 2025 setahun silam.
Hasilnya, kinerja pembangunan pun mengalami peningkatan.
Reformasi birokrasi menjadi salah satu pencapaian paling krusial di awal Pemerintahan Rettob – Kemong setelah mengawali kepemimpinan yang cukup berat.
Penataan birokrasi dilingkup Pemkab Mimika ini menjadi salah satu capaian penting karena telah berhasil memecah kebuntuan tepat memasuki penghujung akhir setahun kepemimpinan Rettob – Kemong pada awal Maret 2026.
Reformasi baik secara kelembagaan dimana dilakukan perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja melalui Peraturan Daerah dan peraturan Bupati.
Serta Reformasi Kepegawaian berupa mutasi, rotasi, pengangkatan dan pemberhentian sesuai norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK) melalui proses seleksi terbuka, jobfit dan evaluasi kinerja untuk jabatan tinggi pratama dan profiling PNS untuk jabatan Administrasi, jabatan pelaksana dan jabatan Fungsional dengan mendapatkan pertimbangan tekhnis dari BKN.
Progresnya, ratusan pejabat Eselon II hingga IV buah dari proses rotasi dan mutasi ugal-ugalan pada pemerintahan sebelumnya sukses dirombak dan dikembalikan kepada posisi jabatan sesuai aturan meski sempat ditentang sekelompok ASN hingga berujung aksi demo.
Tak berhenti sampai disitu, perombakan birokrasi masih akan berlanjut menyasar ratusan jabatan lainnya.

Tak heran, sejumlah proyek peningkatan akses dan kualitas infrastruktur yang menyasar kawasan pinggiran (pesisir) hingga pegunungan mulai direalisasikan di 2026 ini.
Juga termasuk program prioritas lainnya yang siap dikebut di 2026 ini demi kesejahteraan masyarakat mulai dari meningkatkan akses dan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, meningkatkan Akses Layanan Kesehatan yang merata dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan Angka Harapan Hidup, mewujudkan Pusat Ekonomi Baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan dari kampung ke kota.
Pastinya di tahun kedua memimpin Mimika, Johannes Rettob – Emanuel Kemong langsung tancap gas.
Capaian lainnya di sepanjang satu tahun kepemimpinan Rettob – Kemong, terlihat dari sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif dampak dari progam prioritas yang dilakukan.
Berbasis data, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 75 menjadi 77. Persentase kemiskinan menurun dari 14,15 persen menjadi 13,8 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi mengalami lonjakan dari 4,80 persen menjadi 6,5 persen.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga meningkat signifikan, dari Rp122 triliun menjadi Rp140,52 triliun. Sektor pertambangan masih menjadi penopang utama ekonomi daerah.
Di sisi lain, inflasi berhasil ditekan dari 3,99 persen pada 2024 menjadi 2,23 persen pada 2025, meskipun sempat naik ke 4,31 persen pada awal 2026 akibat pengaruh kondisi global.
Pada sektor pendidikan, Pemkab Mimika menambah berbagai fasilitas, mulai dari PAUD, Sekolah Rakyat tingkat SMP dan SMA, hingga pengembangan sekolah unggulan berkurikulum internasional.
Pemerintah juga menyiapkan program beasiswa ke 50 universitas ternama di Indonesia.
Di bidang kesehatan, lebih dari 10.000 warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan gratis. Program penanganan stunting pun menunjukkan penurunan signifikan.
Selain itu, Pemda mengalokasikan anggaran untuk mengaktifkan kembali sekitar 52.000 peserta BPJS PBI yang sebelumnya tidak lagi dibiayai oleh pemerintah pusat.

Sementara dalam pelayanan publik, Pemkab Mimika menghadirkan inovasi Mall Pelayanan Publik Digital yang memungkinkan pengurusan 261 jenis perizinan secara gratis dalam waktu 5–10 menit. Pemerintah juga membangun Command Center untuk memperkuat sistem data dan layanan terpadu.
Berbagai program strategis juga terus dijalankan, seperti penyediaan makanan bergizi gratis bagi 5.000 siswa serta pengembangan koperasi melalui program nasional.
Bupati Johannes Rettob dalam pernyataannya menegaskan bahwa tujuan pembangunan yang dilakukan Pemerintah adalah masyarakat sejahtera.
Ia kemudian menyebutkan sejumlah indikator sebagai acuan yang menggambarkan pencapaian atau keberhasilan sebuah proses pembangunan yang dilakukan, diantaranya,
1. Indeks pembangunan manusia naik
2. Pertumbuhan ekonomi tumbuh
3. PDRB naik
4. Angka pengangguran turun
5. Angka kemiskinan turun
6. Inflasi stabil
7. Gini ratio naik
8. Angka harapan hidup naik
9. Stunting turun
“Untuk itu, maka kita harus membangun fasilitas infrastruktur, kesehatan, pendidikan, perbaikan dan penataan birokrasi (kelembagaan dan kepegawaian) dan perbaikan pelayanan seperti MPP dan Mimika Centre/Mimika Smart, bukan semata-mata membangun infrastruktur saja,” imbuhnya.
Pemkab Mimika menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Tujuan utama pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Kami akan terus bekerja dan membutuhkan dukungan semua pihak,” tegas Bupati.
Perlu dicatat, dari pemerintahan ke pemerintahan, baru di era kepemimpinan Johannes Rettob – Emanuel Kemong ini menyampaikan Laporan Kinerja Pemerintah secara detail kepada masyarakat.
EHO























