Koreri.com, Ambon — Wali Kota Bodewin Wattimena, menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Persatuan Wanita Kristen Indonesia yang berlangsung di kediaman resmi Wali Kota Ambon, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus dan anggota PWKI serta sejumlah tamu undangan lainnya dalam suasana penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Wattimena memberikan apresiasi atas perjalanan panjang PWKI yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya melalui peran perempuan dalam keluarga dan lingkungan sosial.
“Bersama-sama kita merayakan syukuran hari ulang tahun ke-80. Inilah yang membedakan antara persekutuan ibu-ibu dan bapak-bapak, karena ibu-ibu selalu hadir lebih banyak dan penuh semangat dalam setiap kegiatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara berbagai elemen masyarakat menjadi kunci untuk menghadapi tantangan pembangunan di Kota Ambon.
“Ada begitu banyak organisasi kemasyarakatan, paguyuban, persekutuan, dan lembaga swadaya masyarakat. Semua ini bisa kita satukan untuk bersinergi dan berkolaborasi membangun Kota Ambon, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegas Wattimena.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun komunikasi yang baik agar tercipta kerja sama yang efektif dalam berbagai bidang pembangunan.
“Kita harus membangun komunikasi bersama, supaya semua terpanggil untuk membangun Kota Ambon dan Maluku menjadi lebih baik melalui peran dan fungsi kita masing-masing,” lanjutnya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam membina keluarga sebagai dasar pembangunan bangsa.
Ia menyebutkan bahwa organisasi perempuan seperti PWKI memiliki kontribusi besar dalam menciptakan keluarga yang kuat dan harmonis.
“Upaya membina dan membiasakan kehidupan keluarga yang baik tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama dari semua pihak, termasuk organisasi perempuan seperti Persatuan Wanita Kristen Indonesia,” katanya.
Ia pun mengingatkan bahwa perbedaan yang ada di tengah masyarakat harus dijadikan sebagai kekuatan, bukan penghalang dalam membangun kebersamaan.
“Perbedaan yang ada jangan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk bekerja bersama dalam membangun masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.
Perayaan HUT ke-80 PWKI ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, sebagai wujud syukur sekaligus mempererat tali persaudaraan antaranggota organisasi.
JFL






























