Koreri.com, Timika – Semangat perjuangan Kapitan Pattimura kembali digaungkan di Kabupaten Mimika melalui peringatan ke 209 tahun yang digelar Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Jumat (15/5/2026).
Peringatan yang berlangsung penuh nuansa budaya itu tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda Maluku di Tanah Mimika.
Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa Hari Pattimura harus dimaknai sebagai pengingat akan keberanian, persatuan dan pengorbanan Sang Kapitan dalam melawan penjajahan kolonial demi mempertahankan martabat tanah air.
“Semangat perjuangan beliau adalah warisan sejarah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda bangsa Indonesia, khususnya anak-anak Maluku,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi tema peringatan tahun ini, “Dari Pedang ke Inovasi, Dari Obor ke Digital Menuju Mimika Gerbang Emas”, yang dinilai relevan dengan tantangan zaman saat ini.
Menurut Rettob, tema tersebut mengajak masyarakat untuk meneladani keberanian Pattimura melalui karya nyata, inovasi, kreativitas serta penguasaan teknologi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Mimika adalah daerah yang sangat beragam. Ada berbagai suku, budaya, bahasa dan agama. Namun di atas keberagaman itu, kita harus hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.
Rettob juga menyoroti besarnya kontribusi masyarakat Maluku dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Mimika di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, keamanan, ekonomi hingga sosial budaya.
“Orang Maluku punya peranan besar dalam membangun Mimika sampai seperti sekarang ini. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada keluarga besar IKEMAL yang terus menjaga semangat persatuan dan solidaritas,” ujarnya.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Rettob turut mengingatkan generasi muda Maluku agar menjadi pribadi yang membawa damai dan harapan bagi daerah, bukan sebaliknya.
“Kita harus menjadi terang dan menjadi berkat bagi tanah ini. Jangan membawa perpecahan, tetapi mari membawa semangat persaudaraan,” tegasnya.
Rettob juga mengajak generasi muda untuk mampu mengikuti perkembangan era digital tanpa kehilangan identitas budaya dan nilai-nilai leluhur.
“Saya khawatir jangan sampai karena perkembangan teknologi dan globalisasi, kita justru lupa jati diri kita sendiri. Karena itu budaya harus tetap dijaga,” imbuhnya.
Bupati Mimika mengaku bangga melihat penampilan tarian tradisional seperti Cakalele dalam peringatan tersebut. Ia berharap budaya Maluku terus ditampilkan dalam berbagai event budaya di Mimika sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur.
Menutup sambutannya, Rettob mengajak seluruh masyarakat Maluku di Mimika untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, dan bersama-sama membangun Bumi Amungsa ini dengan hati yang tulus demi masa depan generasi mendatang.
“Semangat perjuangan Kapitan Pattimura harus terus hidup di hati masyarakat Maluku, terutama generasi muda di tanah Mimika,” pungkasnya.
EHO























