Koreri.com, Timika – Sebanyak delapan pemuda Orang Asli Papua (OAP) dari Kampung Ayuka dan Tipuka di wilayah pesisir Kabupaten Mimika, telah lulus dari Program Apprentice Hospitality angkatan pertama Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) dan siap bekerja di industri perhotelan dan hospitality.
“Kami jadi punya harapan baru setelah kami belajar bagaimana memberikan pelayanan secara profesional yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya di bidang hospitality. Saya merasa jauh lebih percaya diri untuk masuk ke dunia kerja di industri perhotelan,” kata salah satu peserta pelatihan Lukas Taote di Gedung Serba Guna Institut Pertambangan Nemangkawi, LIP Kuala Kencana, Timika, Senin (27/5/2026) lalu.

Ia mengatakan selama mengikuti pelatihan berdurasi 3,5 bulan, para peserta belajar tentang keterampilan, pengetahuan, dan cara bersikap dalam memberikan pelayanan yang ramah dan profesional kepada pelanggan.
Mereka juga belajar bagaimana meningkatkan keterampilan teknis petugas pelayan perhotelan, petugas barak (camp attendant) dan petugas restoran (mess attendant) di industri hospitality di Timika.
Senior Vice President Community Relations PTFI Nathan Kum mengatakan PTFI terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas SDM generasi muda Papua, khususnya putra-putri Papua yang berdomisili di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Untuk pelatihan Angkatan pertama ini, peserta berasal dari wilayah kampung Ayuka–Tipuka di sekitar area Portsite dan Cargodock.
“Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Papua area sekitar operasi Freeport. Saat ini telah bersiap anak-anak muda pesisir untuk pelatihan tahap kedua dan semuanya tidak dipungut biaya. Mereka datang, belajar, praktik lapangan, hingga siap kerja,” katan Nathan.
Kepala Kampung Tipuka, Paulus Polce Muka mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini sekaligus menyampaikan rasa bangga terhadap capaian delapan pemuda dari kampungnya.
“Terima kasih atas pelatihan intensif dan kepercayaan yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga mereka semakin percaya diri, memperoleh pekerjaan, dan terus mendapatkan perhatian sehingga dapat meraih keberhasilan,” ujar Paulus.
Ia berharap pemuda-pemudi di pesisir Mimika dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya sehingga mereka dapat bekerja di lingkungan selain industri pertambangan secara profesional.
IPN adalah lembaga pelatihan kerja yang didirikan PT Freeport Indonesia dan merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif dan siap kerja.
Ada dua program pelatihan kerja di IPN yakni Pelatihan Non Teknis dan Pelatihan Teknis.
Untuk Pelatihan Teknis terdapat jurusan Mekanik Alat Berat, Pengelasan, Electrician, Mekanik Pabrik, Operator Pabrik, Operator Alat Berat dan Pekerja Tambang Bawah Tanah.
Untuk Pelatihan Non Teknis baru dimulai tahun 2026 yaitu Pelatihan Hospitality yang berfokus pada pengembangan keterampilan layanan untuk mendukung operasional perhotelan, katering dan fasilitas akomodasi khususnya di lingkungan perusahaan dan industri pendukungnya.
RLS














