Koreri.com, Jayapura – Komitmen mendorong masyarakat memiliki hunian layak terus diperkuat oleh BRI Regional Papua melalui penyelenggaraan BRI Consumer Expo 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang promosi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sekaligus mempertemukan masyarakat dengan para pengembang perumahan yang telah bekerja sama dengan BRI.
Regional Consumer Banking Head BRI Regional Papua, Fleming Hardianto, mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap program KPR terus mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan signifikan pengajuan KPR, khususnya program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Tahun 2025 terdapat sekitar 4.300 pengajuan KPR subsidi di Papua. BRI menjadi salah satu bank penyalur FLPP dengan pangsa pasar mencapai sekitar 50 persen. Tahun ini kami menargetkan penyaluran yang lebih besar lagi,” ujar Fleming di kegiatan BRI Consumer Expo 2026, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, BRI menargetkan realisasi pembiayaan KPR subsidi meningkat dari sekitar 2.155 unit pada tahun lalu menjadi sekitar 4.200 unit pada 2026.
Salah satu keunggulan layanan KPR BRI, kata Fleming, adalah proses persetujuan yang cepat karena pengajuan dapat diputuskan langsung di kantor cabang. Dengan kelengkapan dokumen yang memadai, proses persetujuan bahkan bisa selesai dalam waktu dua hingga tiga hari kerja.
“Kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki rumah pertama dengan proses yang cepat, mudah, dan aman,” katanya.
Dalam expo yang berlangsung selama dua hari tersebut, sebanyak 16 pengembang perumahan ikut berpartisipasi. Sebanyak 11 developer menawarkan rumah subsidi, sementara lima lainnya menyediakan pilihan rumah komersial.

Selain produk KPR, BRI Consumer Expo 2026 turut menghadirkan berbagai layanan dari anak perusahaan BRI, seperti pembiayaan kendaraan melalui BRI Finance dan layanan asuransi yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung.
Fleming menjelaskan, masyarakat yang memiliki pekerjaan tetap maupun usaha dengan penghasilan yang memadai memiliki peluang besar untuk mendapatkan fasilitas KPR.
“Yang penting memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membayar angsuran. Dengan KPR subsidi, masyarakat bisa memiliki rumah sendiri daripada terus mengeluarkan biaya untuk kontrakan atau kos,” jelasnya.
BRI juga memastikan seluruh developer yang bekerja sama telah melalui proses seleksi ketat, baik dari sisi legalitas, perizinan, maupun rekam jejak pengembangannya.
“Developer yang hadir dalam expo ini sudah melalui proses verifikasi dan memiliki standar yang sesuai sehingga masyarakat dapat lebih tenang dalam memilih hunian,” tambah Fleming.
Sementara itu, mewakili para pengembang yang berpartisipasi, Ferdy Syamsudin dari PT Afkan Anugrah Jaya mengatakan kegiatan expo sangat membantu meningkatkan penjualan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah.
Menurut Ferdy, prospek bisnis properti di Papua masih sangat menjanjikan, terutama dengan dukungan program pemerintah terkait pembangunan tiga juta rumah di Indonesia.
“Kebutuhan rumah akan selalu ada. Dengan dukungan pemerintah dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memiliki rumah sendiri, sektor properti masih memiliki peluang yang sangat baik ke depan,” ujarnya.
Ia juga melihat tren positif dari kalangan generasi muda dan pelaku UMKM yang kini mulai tertarik membeli rumah sejak usia produktif. Selain harga, faktor lokasi strategis, penataan kawasan, serta fasilitas pendukung menjadi pertimbangan utama calon pembeli dalam memilih hunian.
Melalui BRI Consumer Expo 2026, BRI berharap semakin banyak masyarakat Papua dapat mewujudkan impian memiliki rumah sendiri sekaligus meningkatkan literasi pembiayaan perumahan yang aman dan terjangkau.
SAV
























