Koreri.com, Sorong – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong Papua Pacific Development (PPD) Summit di Sorong dapat memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat di Tanah Papua.
Dalam hal ini, bagaimana menghasilkan agenda konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya komunitas adat di sekitar kawasan hutan.
Menko Zulkifli mengingatkan, Papua tidak boleh hanya menjadi tempat penyelenggaraan seminar dan pertemuan tanpa menghasilkan program nyata.
“Jangan sampai Papua hanya jadi tempat seminar! Harus ada hasil, ada karya nyata, dan ada manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitar hutan dan kawasan,” kata Zulkifli di Sorong.
Menurut dia, setiap agenda yang dihasilkan dalam PPD Summit harus memiliki program aksi yang jelas, mulai dari kegiatan yang dikerjakan hingga dukungan anggaran dan manfaat yang diterima masyarakat.
Zulkifli yang juga dipercaya sebagai Ketua Steering Committee menilai, pengelolaan dana untuk program pembangunan Papua selama ini kerap terkendala proses pencairan dan persyaratan yang panjang. Kondisi tersebut berisiko membuat anggaran lebih banyak terserap untuk kegiatan pertemuan dan seminar.
“Kita ingin anggaran-anggaran itu menghasilkan sesuatu yang nyata dan dirasakan masyarakat yang ada di sekitar hutan,” ujarnya.
Terkait pengelolaan hutan adat, Zulkifli mengatakan pemerintah terus mendorong percepatan agar masyarakat adat dapat mengelola wilayah hutan adatnya secara langsung.
Ia menyebutkan, pemerintah telah menyiapkan sekitar 1,7 juta hektare untuk proses perhutanan adat di Papua. Namun, penyerahan secara resmi kepada masyarakat adat masih menunggu seremoni.
“Sudah 1,7 juta. Bukan target lagi, sudah ada. Suratnya juga sudah, tinggal penyerahan secara resmi,” kata Zulkifli.
Ia berharap proses tersebut segera dituntaskan sehingga manfaat pengelolaan hutan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat adat di Papua.
KENN


























