Koreri.com, Sorong – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong mempertimbangkan memperpanjang kebijakan pembelajaran dari rumah atau daring bagi peserta didik.
Adapun pertimbangan tersebut menyusul dampak asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sorong – Makbon yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Wali Kota Septinus Lobat, S.H., M.A.P mengungkapkan berdasarkan laporan Dinas Kesehatan setempat, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah itu mencapai 23.482 kasus hingga September 2026.
Angka tersebut menjadi perhatian Pemerintah daerah, terutama terkait keselamatan anak-anak yang berisiko terpapar asap kebakaran yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.
“Menyikapi kondisi ini, kalau memang kasus ISPA meningkat, tentu belajar dari rumah akan kita perpanjang,” tegas Septinus dalam keterangan persnya usai memimpin rapat koordinasi bersama pimpinan OPD di Ballroom Pollariss, Hotel Vega Prime, Sabtu (10/10/2026).
Pemkot Sorong kini mengintensifkan penanganan kebakaran TPA Sorong – Makbon dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), berkoordinasi dengan TNI-Polri, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman api sekaligus menekan dampak asap terhadap kesehatan warga.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran terutama di tengah kondisi cuaca panas.
Pihak Pemkot juga terus memantau perkembangan kasus ISPA dan kondisi kualitas udara sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan lanjutan, termasuk perpanjangan belajar daring.
Langkah ini diharapkan dapat melindungi peserta didik dari paparan asap hingga kondisi lingkungan kembali aman.
KENN












