Koreri.com, Ambon – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Maluku, Rabu (21/4/2021).
Pendemo pada kesempatan itu, menuntut bertemu dengan Gubernur setempat Murad Ismail.
Menanggapi itu, Kepala Kesbangpol Maluku, Titus Renwarin berjanji akan menyampaikan pernyataan sikap dari GMKI Cabang Ambon kepada Gubernur, Murad Ismail.
“Segala harapan dan tuntutan ini akan menerima dan meneruskan kepada Gubernur sekembalinya dari luar daerah,” ujar Renwarin dihadapan pendemo di depan pintu utama kantor Gubernur, Rabu (21/04/2021).
Hasil dari komunikasi bersama Gubernur, kata dia nantinya akan disampaikan disampaikan melalui koordinator aksi.
“Nanti jawaban Gubernur akan disampaikan leway Korlap. Jadi hasiil ini akan dilaporkan, karena beliau masih di luar daerah,”ucapnya.
Aksi GMKI Cabang Ambon mempertanyakan dua hal, yaitu penggunaan dana pinjaman Rp700 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Termasuk dugaan penyalahgunaan anggaran rehabilitasi gedung Islamic Center yang menelan anggaran Rp3 Miliar bersumber dari APBD tahun anggaran 2020.
Terhadap kedua hal tersebut, pihaknya telah melakukan kajian dari berbagai sudut pandang untuk disampaikan ke Gubernur, Murad Ismail.
“700 miliar harus bisa dibagikan ratakan ke -12 kabupaten/kota, guna mendorong dan mengembangkan agar bagaimana UMKM bisa terus ada dan eksis, agar dana PEN bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
MP-RR
























