Koreri.com, Jayapura – Nilai ekspor Papua pada Oktober 2021 dilaporkan mencapai 424,26 juta dolar AS.
Capaian tersebut menurun sebesar 24,68 persen dibanding bulan sebelumnya senilai 563,28 juta dolar AS.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Adriana Helena Carolina dalam pernyataannya di Jayapura, mengatakan dilihat dari jenisnya, ekspor Papua pada bulan ini hanya berupa ekspor nonmigas senilai 424,26 juta dolar AS.
“Ekspor bulan ini terbesar berasal dari Pelabuhan Amamapare yaitu senilai 394,39 juta dolar AS atau dengan kata lain 92,96 persen dari total ekspor Papua,” rincinya.
Menurut Adriana, secara kumulatif, total ekspor Papua pada Januari-Oktober 2021 adalah senilai 3.516,53 juta dolar AS atau meningkat 211,05 persen dibandingkan total ekspor Januari-Oktober 2020 yang senilai 1.130,55 juta dolar AS.
“Jika dilihat dari provinsi asal, ekspor dari Provinsi Papua hanya berupa ekspor nonmigas yang senilai 431,07 juta dolar AS,” ujarnya.
Adriana menjelaskan barang ekspor ini dimuat di pelabuhan se – Provinsi Papua senilai 424,26 juta dolar AS, sedangkan sisanya senilai 6,62 juta dolar AS dimuat di Pelabuhan Tanjung Perak, 0,13 juta dolar AS, Bandara Soekarno Hatta dan 0,05 juta dolar AS dimuat di Pelabuhan makassar.
“Selain ekspor melalui pelabuhan setempat, ekspor komoditi asal Papua juga melalui pelabuhan di luar Papua,” katanya lagi.
Adriana menambahkan pada oktober 2021, tercatat ekspor komoditi asal Papua yang di ekspor melalui pelabuhan di luar Papua mencapai 6,82 juta dolar AS atau menurun 33,11 persen dibanding September 2021.
Komoditi kayu dan barang dari kayu memberikan sumbangan terbesar dalam ekspor komoditi asal Papua yang diekspor melalui pelabuhan luar Papua yaitu mencapai 6,62 juta dolar AS.
“Pada periode Januari-September 2021 dibandingkan periode yang sama 2020, ekspor komoditi asal Papua yang diekspor dari pelabuhan luar Papua mengalami peningkatan persentase ekspor terbesar pada kelompok ikan, krustasea dan moluska sebesar 315,32 persen,” ujarnya.
AND



























