Koreri.com, Jakarta– Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T minta pihak BP Tangguh harus terbuka soal reskrutmen tenaga kerja menjelang pengoperasian train III di LNG Tangguh nantinya.
“Rekrutmen tenaga kerja untuk bekerja di LNG Tangguh harusnya terbuka supaya jangan menimbulkan persoalan lagi, kalau memang bidang pekerja yang dibutuhkan disampaikan faktual ya kita terima,” kata Bupati Petrus Kasihiw kepada wartawan usai menggelar pertemuan dengan pihak BP Tangguh di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (24/2/2022) siang.
Pertemuan orang nomor satu Teluk Bintuni dengan VP Communication & Advocasy BP Indonesia Desy Unidjaja atau disapa Becky didampingi Head of Policy & Regulatory Affairs Budiman Moerdijat dan Government Affairs Team Leader,Papua Lechana Warikar membahas sejumlah persoalan terkait dengan isu-isu yang terjadi di LNG Tangguh dan hak masyarakat adat Bintuni.
Pihak akan kembali bertemu dengan Bupati bersama Dinas Tenaga kerja sebagao OPD Teknis untuk mencari solusi tentang rekrutmen tenaga kerja, mereka akan membahas lebih rinci supaya tidak mengecewakan semua pihak.
Karena pihak BP akan melihat data tenaga kerja dan melihat kesiapan lapangan kerja yang dibutuhkan, sebab sebenarnya tenaga kerja dibutuhkan banyak pada saat pembangunan kilang III tetapi sudah hampir rampung, maka pasti pengurangan besar-besaran.
“Tapi kami minta kepada pihak BP agar bisa mengakomodir lulusan P2TIM dan juga pencaker lain yang dulu sudah pernah bekerja di LNG kemudian di rumahkan tetapi mereka masih bermohon untuk kembali bekerja, akan dibicarakan lagi,” ujar Bupati.
Selain itu kata Bupati bahwa pihaknya menyampaikan kepada BP Tangguh bahwa Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan Provinsi Papua Barat sudah siap menyelesaikan hak masyarakat adat suku sebyar sebesar Rp 32,4 milyar agar tidak menjadi ganjalan pada saat operasional train III berjalan.
KENN
























