Koreri.com, Bintuni – Dalam rangka penyelesaian masalah tanah lokasi Bandara Steenkol Bintuni, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menggelar rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati Teluk Bintuni, Senin (1/8/2022).
Rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw, M.T itu dihadiri Pelaksana tugas Sekda Frans Awak, Ketua DPRD Simon Dowansiba, Forkopimda Teluk Bintuni, Badan Pertanahan Nasional setempat, Kepala kantor otoritas Bandara Stenkool serta perwakilan Keluarga Besar Marga Yettu dan Iba.
Agenda pembahasan dalam rapat koordinasi khusus terkait dengan penyelesaian hak ulayat tanah adat lokasi bandara Stenkool Bintuni.
Baca Juga:Â Warning Satpol PP, Waterpauw : Jangan Ada Palang Fasilitas Pemerintah Lagi
Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw dalam keterangan persnya yang dikutip dari Humas Setda Teluk Bintuni menjelaskan bahwa pada prinsipnya hak adat tetap diselesaikan dan akan diupayakan, tetapi juga tidak bisa dengan hanya dalam bentuk rapat langsung diputuskan.
“Namun kita akan bentuk satu tim yang akan bekerja di lapangan mengkroscek dan memediasi ke pihak masyarakat yang mempunyai hak wilayah adat, saya bersama ketua DPRD juga nantinya akan turun lapangan mengkroscek ke masyarakat, sehingga nantinya menghasilkan keputusan-keputusan yang didalamnya tidak merugikan satu sama lain,” tegas Bupati Petrus Kasihiw.
Dikatakan Bupati Kasihiw bahwa pembentukan tim khusus merupakan janjinya untuk membantu pemerintah dalam melakukan koordinasi di lapangan terkait dengan hak ulayat masyarakat adat di tanah Bandara Stenkool.
Baca Juga:Â Bupati Teluk Bintuni Gelar Rakor Bahas Pemalangan Bandara SteenkoolÂ
Kasihiw mengaku, pihaknya tidak mau mengambil langkah yang keliru melainkan harus berhati-hati agar semuanya berjalan baik dan tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.
Sementara perwakilan keluarga pemilik hak ulayat Marinus Yettu menjelaskan bahwa bukan soal belum atau tidak dibayarnya hak mereka sebagai pemilik tanah adat bandara stenkool, namun keluarga besar Yettu belum merasa puas.
“Maka kami datang bersama beberapa dari keluarga Yettu dan keluarga Iba. Terima kasih banyak Bapak Bupati dan Ketua DPRD karena kami sudah diterima dan aspirasi kami berupa point-point hasil kesepakatan keluarga dalam bentuk dokumen bapak sudah pegang, semoga dapat segera dijawab apa yang kami inginkan” ungkap Marinus Yettu.
RLS





























