Koreri.com, Biak – Forum sidang jemaat GKi di Tanah Papua harus dijadikan sebagai momen untuk merajut kebersamaan.
“Dan merajut kembali kebersamaan itu harus dilakukan dalam nuansa yang penuh kasih mengingat pelaksanaan sidang jemaat adalah amanah dari Tata Gereja-Gereja Kristen Injili di Tanah Papua,” urai Ketua Klasis Biak Timur Pdt. Alexander Y. Ajawaila, S.Th, dalam pernyataannya di Biak, belum lama ini.
Dengan begitu, maka esensinya merupakan forum pemersatu perdana dari komponen pemangku tanggung jawab pelayanan di tengah persekutuan jemaat dan bukan hal untuk memperdebatkan argumentasi.
“Persidangan jemaat mesti dilaksanakan sebagai forum evaluasi terkait program dan kegiatan di tahun pelayanan 2019 sekaligus sebagai forum pengarah kebijakan untuk program dan kegiatan pelayanan di tahun 2020,” sambungnya.
Selain itu, lanjut Pdt. Alexander, sebagai forum yang sifatnya evaluatif maka persidangan jelas musti di pahami sebagai model strategi tidak saja sebatas pada jemaat tetapi juga sebagai unsur-unsur jemaat bahkan seluruh warga jemaat.
“Di dalam momen ini mesti terwujud sebuah bentuk saling membantu, saling memberikan kontirbusi pemikiran dalam rangka pelayanan jemaat secara khusus dan secara umum dalam rangka menata rumah besar GKI di Tanah Papua,” cetusnya.
Tak hanya itu saja, hasil yang berkualitas, efisien dan efektif, hanya bisa terwujud jika persidangan betul-betul bergulir dalam program dan kegiatan yang sesuai harapan.
Bahkan perbedaan pendapat boleh saja terjadi tetapi harus dilihat sebagai dinamika dalam sebuah forum dengan menjunjung tinggi etika dalam berkomunikasi.
“Mari kita satukan tekad dan komitmen iman, untuk melayani dengan apa yang di berikan Tuhan melalui kontribusi kita dengan tetap berkomitmen,” tukas Pdt Alexander.
Sebelumnya, berlangsung Sidang Jemaat ke – 33 GKI Pniel Opiaref Klasis Biak Timur, pekan lalu.
Hadir pada sidang tersebut, Badan Pengawas Pemberdayaan Gereja Klasis GKI Biak Timur, perwakilan Distrik, ketua dan seluruh anggota majelis jemaat, Badan Pelayanan Unsusr-unsur jemaat dan seluruh peserta sidang jemaat,
Hadir pula, para kepala kampung, tua-tua adat, ikatan keluarga besar Opiaref dan panitia pelaksaan.
OLAND






















