150 Warga Nusantara Mengungsi ke Nabire Imbas Aksi Pembakaran di Dogiyai

IMG 20230123 WA0008
Iring-iringan kendaraan pengungsi dari Dogiyai menuju Kabupaten Nabire pasca aksi pembakaran kios warga Nusantara, Sabtu (21/1/2023) / Foto : Humas Polda Papua

Koreri.com, Jayapura – Sebanyak 150 warga Nusantara yang berdomisili di Kampung Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah dilaporkan mengungsi ke Kabupaten Nabire.

Keputusan mengungsi tersebut akibat imbas pembakaran kios-kios milik masyarakat Nusantara di wilayah itu pada Minggu (22/1/2023) sekitar pukul 18.30 WIT.

Sejumlah personel dari Polres setempat dibantu personel Kodim 1705 Nabire mengawal langsung para pengungsi saat meninggalkan Dogiyai.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, saat dikonfirmasi membenarkan pengawalan tersebut.

Kabid Humas mengatakan bahwa pihaknya mengawal para pengungsi Dogiyai menuju Kabupaten Nabire untuk menjamin keamanan dan dikarenakan tidak adanya tempat tinggal yang memadai pasca kejadian kemarin.

“Adapun jumlah pengungsi yang berangkat sebanyak 150 orang yang dikawal 5 personel Polres Dogiyai dan 6 personel Kodim 1705 Nabire,” rincinya.

Ia menambahkan, untuk kendaraan yang digunakan antara lain yakni 1 (satu) mobil Patwal Sat Lantas Polres Dogiyai, 1 (satu) truk angkut personil milik Kodim 1705 Nabire, 5 (lima) truk Sipil dan 10 (sepuluh) unit mobil.

“Saat ini pengungsi yang masih berada di Kampung Bomomani Distrik Mapia Kabupaten Dogiyai sebanyak 10 orang yang terbagi di Koramil Mapia sebanyak 3 (tiga) orang dan Polsek Mapia sebanyak 7 (tujuh) orang,” ungkap Kabid Humas.

“Sampai saat ini situasi Kamtibmas relatif aman dan kondusif,” imbuhnya.

EHO