Koreri.com, Jayapura – Pencarian empat karyawan PT. Istaka Karya korban pembantian kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egianus Kogoya di Bukit Kabo, Distrik Yall Kabupaten Nduga sudah memasuki hari ke-70 tapi belum juga temukan.
Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Martuani Sormin, mengatakan empat karyawan PT. Istaka Karya korban pembantaian yang masih dalam proses pencarian kini diduga kuat telah meninggal dunia.
“Empat korban, RS, PR, MA, dan HAI belum ketemu, namun menurut kami mereka telah tewas. Tapi kami belum mengetahui keberadaan empat korban yang masih dalam pencarian itu,” kata Kapolda Papua saat diwawancarai usai mengikuti seminar di Universitas Cenderawasih, Selasa (12/2/2019).
Menurut Kapolda, saat ini tim gabungan Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih masih terus berupaya melakukan upaya pencarian keempat korban yang hilang.
Selain itu juga, tim gabungan telah menurunkan anjing pelacak guna membantu pencarian namun sampai saat ini nihil hasilnya karena kondisi di sana sangat ekstrim.
“Kami sempat lakukan pencarian dengan bantuan anjing pelacak namum sia-sia saja karena anjing kami tidak dapat bekerja maksimal karena ketinggian itu mencapai 10 ribu Fit, Oksigen tipis dan sangat dingin,” ujarnya.
Mantan Kapolda Papua Barat ini menegaskan aksi pembantaian belasan pekerja PT. Istaka Karya di Kabupaten Nduga oleh kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egianus Kogoya sama persis seperti kelompok Islamic State of Iraq dan Syaria (ISIS) di Timor Tengah.
“Aksi Kebiadaban dengan cara pembantaian dimana korbannya di Ikat dan ditembaki menggunakan senjata sudah sama seperti ISIS yang ada di Temur Tengah,” terangnya.
Diketahui, aksi pembantaian puluhan pekerja PT. Istaka Karya terjadi pada 2 Desember 2018 lalu di Bukit Kabo, Ditrik Yall, Kabupaten Nduga.
Dalam indsiden itu, 17 orang PT. Istaka Karya tewas, empat orang dinyatakan hilang hingga saat ini, sedangkan empat orang lainnya selamat.
VDM
























