Koreri.com, Jayapura – Salah satu pentolan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kali Kopi dilaporkan tewas usai diterjang timah panas dari aparat gabungan TNI-Polri saat operasi penindakan dilakukan.
Hengki Manwang tewas saat disergap aparat gabungan di markas Kali Kopi, Kabupaten Mimika, Minggu (16/8/2020) pukul 06.00 Wit.
Puluhan barang bukti turut disita dalam penyergapan tersebut seperti beberapa pucuk senjata api baik rakitan maupun organik, ratusan butir peluru berbagai caliber, uang tunai 22 juta rupiah lebih, bendera bintang kejora, Hp berbagai jenis , 2 buah Buku Tabungan Bank Mandiri atas nama Apiar Kum, 1 (satu) buah ATM Bank Mandiri dan berbagai dokumen lainnya.
Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengatakan peran Hengki Wanmang dalam KKB sangat krusial.
Sejak meninggalnya Theni Kwalik, Panglima Makodam III Kali Kopi tahun 2018 lalu, Hengky Wanmang bersama Joni Botak mengambil peran sebagai pimpinan KKB kalikopi sebelum ada pengganti yang baru.
Kemudian, Hengky Wanmang merupakan orang yang mengajak beberapa KKB Pegunungan Tengah untuk masuk ke Tembagapura guna melakukan aksi gangguan di areal PTFI.
Ia juga diketahui ikut Deklarasi KKB Gabungan Papua di Ilaga, Kabupaten Puncak pada 1 Agustus 2020 dengan tujuan untuk melakukan aksi gangguan penembakan di Tembagapura.
“Setelah deklarasi, Hengky Wanmang mempersiapkan tempat dan bahan makanan buat rombongan KKB yang dipimpin Lekagak Telenggen di Tembagapura,” urai Kapolda.
Pada 2009 lalu, Hengky Wanmang juga pernah diamankan terkait rangkaian aksi penembakan di areal PTFI antara lain, penembakan terhadap karyawan PTFI di MP 52 Tembagapura pada tanggal 11 Juli 2009 dengan korban Drew Nicholas Grant (MD), WNA (Australia).
Aksi penembakan juga dilakukannya terhadap karyawan PTFI di MP 51 Tembagapura pada 12 Juli 2009. Salah satu korban atas nama Markus Ratealo Didempo meninggal dunia.
Sedangkan Edi Piter Bunga (Luka), Markus Satu (Luka), Petrus Padang (Luka), Kamarudin (Luka), IPTU Adam Hari (Luka) dan AKP Anggun Cahyono (Luka).
Tak berhenti disitu, aksi penembakan terhadap Karyawan PTFI di MP 54 Tembagapura pada 15 Juli 2009. Sejumlah personel keamanan jadi korban penembakan.
Aksi lainnya selama bergabung dalam KKB, Hengky Wanmang terlibat aksi penyanderaan masyarakat dan karyawan PTFI di kampung Banti dan Kimbeli Tembagpura pada 2017 lalu.
Kemudian, aksi pembakaran ID Card karyawan PTFI pada 16 Februari 2018 di Kampung Kimbeli, Tembagapura. Peran Hengky sebagai orang yang menyuruh melakukan sekaligus sebagai pelaku pembakaran.
Selanjutnya, aksi pembakaran SD Banti dan RS Banti pada 24 Maret 2018 di Kp. Banti, Tembagapura. Peran Hengky sebagai orang yang menyuruh melakukan sekaligus sebagai pelaku pembakaran.
Aksi penembakan terhadap 3 triler, 2 LWB dan 1 Rantis pada 1 Desember 2017 di MP 60 – 61 Tembagapura. Satu korban luka atas nama Adventus Unggu Nugroho. Peran Hengky sebagai pelaku penembakan.
Lalu, aksi penembakan terhadap karyawan PTFI di Kuala Kencana pada 30 Maret 2020. Salah satu korban atas nama Graeme Thomas Wael meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka.
“Peran Hengky ikut merencanakan aksi namun ia tidak turun langsung ke lapangan,” sambungnya.
Kapolda menambahkan pada saat tim melakukan penarikan pasukan dari markas KKB diketahui di Mile 69 PTFI terjadi penembakan ke arah Helypad sehingga terjadi kontak senjata dengan tim yang melakukan pengamanan di area tersebut.
Terkait kontak tembak di Mile 69 PTFI, tim melihat 3 orang KKB terkena tembakan namun belum bisa memastikan identitasnya.
Personil gabungan TNI – Polri akan terus melakukan penindakan terhadap KKB yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua.
AND































