Koreri.com, Jayapura – Puluhan pengusaha Orang Asli Papua (OAP) mendatangi kantor Dinas Kesehatan setempat karena merasa ditipu soal pencabutan Lotre dan pembagian Paket proyek tahun anggaran 2020.
Koordinator aksi demo, Sefnat Supardi Samori, mengatakan aksi protes yang dilakukan pengusaha OAP tersebut merupakan spontanitas karena merasa ditipu oleh pejabat di Dinkes Papua yang ingkar dari kesepakatan awal soal pencabutan lotre pemenang tender pengadaan jasa di instansi tersebut.
“Kami disuruh untuk mencabut lotre pada Senin, tetapi karena waktu sampai malam, mereka (Dinkes, red) tunda keesokan harinya pukul 15.00 sore tapi mereka lakukan pencabutan sepihak pada Selasa pukul 08.00 pagi, tidak ada perwakilan dari teman-teman pengusaha OAP,” bebernya kepada wartawan di Jayapura, Kamis (8/10/2020).
Dikatakan, pencabutan lotre pemenang tender proyek yang dilakukan Dinkes Selasa pagi sama sekali tidak melibatkan semua pengusaha OAP.
Juga, tidak dirincikan atau dijelaskan berapa total nilai proyek yang di peruntukan hanya kepada 15 OAP dimaksud.
“Mereka (Pejabat Dinkes Papua, red) tidak menjawab satu paket pekerjaan itu nilainya berapa? Mereka tidak jawab, malah mereka langsung lari,” herannya.
Samori menilai, apa yang di lakukan oleh pejabat di Dinkes Papua adalah penipuan terhadap pengusaha OAP atau pembohongan publik yang sengaja dimainkan untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu.
“Ini adalah pelecehan penghinaan bagi pengusaha orang Papua! Kenapa cuma 50 juta dipakai sistem lotre, aturan dari mana itu,” kecamnya.
Samori juga menambahkan, 15 orang nama pengusaha yang di loloskan atau masuk dalam pencabutan Lotre sepihak itu, merupakan sebagian dari pengusaha Asli Papua, namun ada penyimpangan soal besaran anggaran tender yang harus di kerjakan.
VER

























