Koreri.com, Bintuni– Dukungan Kader Golkar merupakan kunci suksesnya Menteri Perekonomian dan Industri RI Airlangga Hartarto untuk mewujudkan Kabupaten Teluk Bintuni sebagai Kawasan Industri Khusus (KIK) di Provinsi Papua Barat.
Pernyataan ini ditegaskan KOMDA PMKRI Provinsi Papua Barat, Pilatus Lagoan, S.Hut melalui siaran persnya yang diterima media ini, Sabtu (15/5/2021).
Pilatus mengatakan Kabupaten Teluk Bintuni telah ditetapkan sebagai kawasan Industri Khusus (KIK), maka peran serta dan dukungan para Kader Golkar, di Kabupaten Teluk Bintuni sangat diharapkan dalam mewujudkan rencana strategis Menteri Perekonomian dan Industri, Airlangga Hartato yang juga Ketua Umum DPP Golkar itu.
Dia mengapresiasi langkah Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat Drs Ec Lamberthus Jitmau,M.m untuk merevitaliasi struktur Golkar di Papua Barat.
“Kami harap, kader – kader Golkar yang akan masuk sebagai Ketua DPD II di Kabupaten Teluk Bintuni mestinya mereka yang sejalan dengan pemerintah Daerah, guna mempercepat kordinasi dan komunikasi dalam mewujudkan Papua Barat, mewujudkan Kabupaten Teluk Bintuni sebagai Kawasan Industri Khusus,” harap Pilatus Lagoan.
Lebih Lanjut diterangkan Pilatus bahwa masuknya berbagai investasi di Teluk Bintuni akan juga memberikan kenaikan angka penyerapan tenaga kerja, memberikan kontribusi bagi Pembangunan daerah serta meningkatkan PAD di Daerah.
Maka diharapkan dukungan semua pihak, baik pemerintah dan masuk dalam mewujudkan Kabupaten Teluk Bintuni sebagai Kawasan Industri Khusus.
“Partai Golkar sebagai partai pendukung pemerintah harus menjadi motor penggerak dalam mendukung percepatan pembangun KIK di Kabupaten Teluk Bintuni,” pungkasnya.
Dikatakan Pilatus seperti dilansir Media Indonesia.com (30/3/2020 lalu bahwa area yang dipersiapkan sebagai Kawasan Industri Khusus Teluk Bintuni ini, terletak di Desa Onar Baru, Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat dengan luas lahan sekitar 2.112 Hektare.
“Pengembangan industri disana berbasis Industri Pupuk dan Petrokimia, dengan nilai investasi sekitar Rp31,4 Triliun,” dikutip dari Media Indonesia.com
KENN
















