Ketua Kadin Kabupaten Jayapura Paparkan Bahaya Narkoba di Lingkungan Dunia Usaha

WhatsApp Image 2021 06 23 at 21.13.30
Ketua Kadin Kabupaten Jayapura Yaap Suebu, MH, ketika berpose bersama BNN Kabupaten Jayapura dan para peserta P4GN / Foto: IDI

Koreri.com, Sentani – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura melaksanakan Workshop penggiat Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam mewujudkan Kabupaten Jayapura tanggap ancaman Narkoba di Hotel HoreX, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (23/6/2021).

Workshop P4GN turut dilibatkan pelaku usaha rumah makan, hotel, restoran, jasa penerbangan, pelabuhan, pebisnis-pebisnis yang bersinggungan langsung dengan sistem transportasi pengiriman barang sebanyak 40 peserta.

Kegiatan workshop P4GN ini menghadirkan Ketua Kadin Kabupaten Jayapura, Yaap Suebu, sebagai pembicara dengan membawakan materi berjudul, kebijakan dan strategi pemberdayaan masyarakat Anti Narkoba di lingkungan dunia usaha atau swasta.

Yaap Suebu, mengatakan workshop ini dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Jayapura dalam rangka mencegah proses penyebaran Narkoba yang sudah mulai tinggi di Papua khususnya Kabupaten Jayapura yang ada di kalangan muda.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi peredaran narkoba, agar generasi muda ini kita selamatkan. Caranya adalah mengalihkan kegiatan-kegiatan yang ke hal-hal positif. Jadi keluarga adalah benteng pertama yang harus menjaga keselamatan daripada pemuda kita ini,” kata Yaap Suebu yang juga Staf Khusus Bupati Jayapura kepada wartawan usai workshop.

Dijelaskan, berdasarkan data nasional mencatat ada 12 ribu sampai 15 ribu anak bangsa setiap tahunnya meninggal dunia akibat mengonsumsi narkoba dan pada tahun 2016 presiden sudah menginstruksikan kalau kita dalam posisi darurat narkoba.

“Hal ini sangat miris sekali, mengingat posisi Kabupaten Jayapura itu berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG). Jadi ada indikasi beberapa jenis narkoba itu masuknya dari sana lewat ‘jalan tikus,” ujarnya.

Dikatakan, jika tidak berantas sejak dini maka dipastikan pecandu narkoba akan mengalami kesulitan yang amat sangat dalam kehidupannya.

“Nah, inilah yang kita coba membuat agar kegiatan-kegiatan seperti ini kedepan, diharapkan bisa didukung seluruh elemen lapisan masyarakat. Baik itu, pihak gereja, pihak masjid dan pihak kerukunan beragama,” kata Suebu.

“Hal-hal seperti itu yang harus kita lihat. Kalau itu tidak dilakukan, maka dipastikan pecandu ini akan mengalami kesulitan yang amat sangat dalam kehidupannya,” ujarnya.

IDI