TNI-Polri Bersama Forkopimda Lapago Selesaikan Konflik Masyarakat di Wamena

Perang suku Nduga Lany Jaya Damai

Koreri.com, Wamena – TNI dan Polri bersama Forkopimda Kabupaten Jayawijaya, Nduga dan Lanny Jaya turun langsung selesaikan konflik antara dua kelompok masyarakat di Wamena.

Unsur TNI – Polri sendiri terdiri dari Kodim 1702/Jayawijaya, Batalyon Infanteri 756/WMS dan Polres Jayawijaya.

Penyelesaian permasalahan tersebut diawali dengan rapat koordinasi bersama bertempat di gedung Otonom Wenehule Huby, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (12/1/2022) kemarin.

Bupati Nduga Wentius Nimiangge, S.AK, S.Pd, MM., mengungkapkan bahwa pihak keluarga korban dari almarhum Yonas Kelnea dan almarhum Luok Heluka, menuntut agar pelaku pembunuhan diproses hukum dan meminta pemberian santunan berupa uang tunai sebesar Rp. 2.500.000.000 dan 20 ekor babi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lanny Jaya Befa Jigibalom, M.Si., menyampaikan bersedia untuk memenuhi tuntutan korban khususnya masalah pembayaran denda dan santunan kepada keluarga korban.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang pada momen yang sama mendorong agar Pemerintah daerah dapat segera melaksanakan proses perdamaian secara adat yaitu pembayaran adat dan upacara bakar darah, patah panah serta kedua belah pihak yang bertikai segera berdamai.

Selain itu, pada saat perdamaian agar dihadirkan perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat dari masing-masing suku yang bertikai.

Selanjutnya setelah pelaksanaan rapat tersebut, pada pukul 15.40 Wit, bertempat di rumah duka Kampung Elekma Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya telah berlangsung penyerahan santunan sesuai tuntutan pihak keluarga korban yang dihadiri sekitar 1.500 masyarakat.

Rencananya pada Kamis (13/1/2022), proses perdamaian akan dilangsungkan di Lapangan Sinapuk Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menyampaikan bahwa TNI akan menyikap setiap permasalahan dengan pendekatan humanis.

Dalam hal penyelesaian perang suku antara Suku Nduga dan Lany Jaya, diupayakan agar perdamaian segera dapat dilakukan, dengan mengedepankan Pemerintah daerah, tokoh adat, agama dan tokoh pemuda.

Pihaknya meminta kedua suku yang bertikai, agar menahan diri dan menghentikan perang suku.

“Mari kita bersama menciptakan kondisi aman dan damai, agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,’ tukasnya.

OZIE