Koreri.com, Manokwari – Kehadiran otonomi khusus pada 20 tahun pertama telah membawa berkat bagi orang asli papua (OAP) pada bidang pendidikan , kesehatan, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.
Salah satu bukti keseriusan pemerintah Papua Barat dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak asli papua penerus bangsa untuk menikmati dana otonomi khusus adalah melalui program afirmasi yaitu seperti cerita keberhasilan putra Maybrat jadi pilot jebolan Amerika Serikat.
Karena didukung pemerintah provinsi Papua Barat melalui kepemimpinan Gubernur Drs Dominggus Mandacan,M.Si melalui program afirmasi akhirnya Alberto Stevanus Bame yang memang bermimpi menjadi pilot berhasil menyelesaikan pendidikan pilotnya di Amerika Serikat.
Anak seorang mantri kesehatan ini mengaku sejak awal bercita-cita menjadi seorang pilot dan tertanam sejak kecil, bahkan memiliki mainan pesawat yang terbuat dari gabah supaya mengingatkannya agar bisa menempuh impian yang besar.
“Mainan pesawat itu disimpan sampai sekarang. Mimpi itu jadi kenyataan, saya menyelesaikan pendidikan pilot 1,3 tahun di Amerika,” ungkapnya kepada wartawan di Manokwari, baru-baru ini.
Albertho Stevanus Bame menempuh pendidikan S1 selama 1,3 tahun sejak awal 2019 dan diwisuda menjadi pilot pada Maret 2020, kemudian menambah jam terbang dengan menjadi instruktur penerbangan di Delta Qualiflight Aviation Academy (akademi penerbangan) di Fort Worth Texas.
Alberto mengaku biaya selama kuliah datang dari pemprov Papua Barat melalui dana Otonomi Khusus.
Ini membuktikan penggunaan dana Otsus tepat jika sesuai dengan sasaran atau tujuan yang telah ditentukan.
Menurut dia, terobosan Gubernur Papua Barat untuk mengirim anak asli Papua bersekolah di luar negeri sangat positif dan dengan begitu, Papua Barat nantinya memiliki SDM dengan kemampuan yang tak perlu diragukan lagi.
“Awalnya saya merasa ragu dengan terobosan yang dilakukan Bapak Gubernur mengirim kami pergi kuliah penerbangan di Texas Amerika Serikat, tetapi setelah saya jalani selama ini, ternyata sangat luar biasa perhatian pemerintah provinsi Papua Barat kepada kami anak-anak asli papua, kami ini buktinya, sudah selesai pendidikan,” urai Albertho Bame.
Bame berencana untuk kembali kuliah lanjutan di jurusan desain pesawat dan mendapat dukungan dari Pemprov Papua Barat.
Jika tak ada halangan, ia akan berangkat kembali ke Amerika Serikat pada pertengahan tahun 2022.
“Saya sudah bertemu sejumlah pejabat pemprov Papua Barat dan puji Tuhan mereka sangat mendukung untuk pendidikan lanjutan di Amerika. Saya ingin belajar lagi bagaimana mendesain sebuah pesawat terbang. Banyak pilot anak Papua, tetapi yang lebih spesifik seperti ini masih minim,” bebernya.
Pria yang lahir 25 April 1997 itu menilai sudah banyak pilot dan anak asli Papua yang berkarir di dunia penerbangan tetapi ia ingin agar ada yang lebih spesifik dari bidang yang ditekuninya.
Dirinya sempat mengisahkan bagaimana kesehariannya di negara Amerika, selain kuliah ia juga bekerja paruh waktu dengan mengantar pesanan makan (delivery).
Selain Alberto, ada pula pilot asal Papua Barat lainnya Aris Saiba yang kini menjadi instruktur penerbangan di California.
Keduanya menjadi contoh dari sekian anak Papua yang dikirim untuk bersekolah di luar negeri lewat program Afirmasi Otsus.
Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat George Karel Dedaida,S.Hut.,M.Si mengatakan bahwa keberhasilan ini yang menjadi pertimbangannya untuk meminta pemerintah pusat melanjutkan otsus jilid II namun dengan catatan khusus.
Menurutnya, program otsus adalah hal yang baik untuk masyarakat papua, dan sebagai berkat yang dinikmati untuk pembangunan tanah ini di semua sektor kehidupan sehingga tidak ada alasan dihentikan.
“Seperti sekarang, harusnya kita bangga ada pilot orang papua jebolan Amerika, dan selain itu menjadi contoh konkrit yaitu ribuan bintara Polri yang merupakan hasil dari otonomi khusus menyiapkan SDM OAP di kepolisian, TNI, instansi strategis lainnya. begitu juga dengan pembangunan fisik hasil pembangunan dari Otsus,” jelas George saat dihubungi media ini melalui telpon celulernya.
Namun Dedaida menuturkan bahwa tak dipungkiri juga bahwa dalam implementasi otsus 20 tahun sebelumnya masih ditemukan banyak kekuarangan sehingga butuh perbaikan dan pembenahan kedepan agar lebih baik.
Tokoh muda Imekko ini berharap kepada masyarakat papua agar menghentikan perdebatan, berpikir positif dan menggunakan Otsus sebagai berkat untuk membangun Provinsi Papua Barat yang lebih maju, mandiri dan bermartabat.
KENN




















