Koreri.com, Jayapura – Aksi demo tolak pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) dan Cabut Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang berlangsung di Kota Jayapura berjalan aman, lancar dan kondusif.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, mengatakan ada dua titik aksi demo tolak DOB Papua wilayah di Kota Jayapura diantaranya diantaranya Expo Waena dan Lingkaran Abepura dan perwakilan DPRP sudah mendengarkan langsung aspirasi dan tuntutan yang dibacakan.
“Ya, penyampaian orasi hari ini kondisi baik, aman dan lancar. Demikian yang dilingkaran abepura dan kami tetap mengawasi sehingga pulang dengan aman dan tertib,” kata Kapolresta, Kombes Pol. Gustav Urbinas kepada wartawan usai aksi demo di lingkaran abepura, Kota Jayapura, Jumat (1/4/2022).
Dikatakan aksi demo tolak DOB Papua di dua titik ini diperkiraan sekitar 700-an orang dan dikawal ketat 1.000 personil kepolisian sehingga penyampaian aspirasi hingga selesai berjalan aman, tidak ada yang terlalu anarkis untuk melawan petugas keamanan.
“Sekali lagi demo hari ini berjalan aman, lancar dan situasi sudah kondusif. Tapi mohon maaf kami tidak bisa berikan ruang untuk longmarch bagi massa aksi demo di dua titik lingkaran abepura dan expo waena,” ujarnya. 
Untuk titik lingkaran abe, kata Kapolresta, sudah persiapan pulang meski sudah ditawarkan kendaraan tapi mereka menolak dan aparat kepolisan tetap awasi supaya jalan pulang ke rumah masing – masing dengan tertib dan selamat serta tidak merugikan orang lain.
Kemudian yang dititik kumpul di expo sudah pulang dan kondisi aman kondusif, karena tempat tinggal massa aksi lebih banyak di seputaran heram sehingga dengan jalan kaki saja tidak menggunakan transportasi kendaraan.
Dijelaskan, polisi lakukan bubarkan massa aksi di titik kumpul Perumnas 3 dan semua terfokus di jalan keluar Buper expo untuk menjadi satu konsentrasi dalam untuk menyampaikan aspirasi.
“Artinya kami tidak ingin semua massa aksi secara liar melakukan longmarch, kalau memang berhenti menyampaikan aspirasi itu silahkan saja tapi untuk longmarch itu tidak ada jaminannya apakah berjalan tertib atau tidak,” jelasnya.
Ditegaskan Kapolresta, alasan utama tidak memberikan ruang untuk longmarch karena penanggungjawab dan korlap tidak berani tanggung jawab artinya tidak bisa menunjukan diri dan tidak mampu untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian secara kooperatif.
“Sebenarnya kalau ada tanggung jawab, berani menjamin dengan pernyataan, penanggungjawab siapa dan korlap identitas jelas itu tidak ada masalah,” tegas Kombes Pol. Gustav Urbinas.
“Kita tinggal mengawal dan mengamankan apakah aksi demo berjalan sesuai apa yang mereka janji atau tidak? Jika tidak maka penanggungjawab dan korlap harus berhadapan dengan hukum untuk mempertanggungjawabkan apa yang tidak mampu dibangun dalam komitmen tersebut,” sambungnya.
Jadi, hari ini kenapa tidak memberikan ijin longmarch karena tidak ada yang berani tanggung jawab. Hanya melempar surat ke kantor polisi tanpa koordinasi tanpa menunjukan diri dan korlap juga tidak ada hanya disebuah surat.
“Menurut saya ini tidak sesuai aturan Undang – Undang nomor 9 tahun 1998 itu harus dibaca dengan lengkap, jadi tidak ada ruang demokrasi yang ditutup tapi karena tidak ada yang bertanggung jawab maka polri juga tidak bisa menebak aksi ini akan damai atau tidak,” pungkasnya.
VER
























