as
as

Tingkatkan PAD Teluk Bintuni, Bupati Kasihiw Minta OPD Berinovasi

IMG 20220920 WA0000
Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T dan Wakil Bupati Matret Kokop,S.H (Foto : Humas Setda Teluk Bintuni)

Koreri.com, Bintuni – Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni (Telbin) menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk pembahasan dan penentuan target pendapatan asli daerah (PAD) pada APBD Perubahan tahun 2022 dan APBD induk 2023.

Rapat koordinasi yang dipimpinan langsung Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T dihadiri Wakil Bupati Matret Kokop,S.H, Plt Sekda Drs Frans Awak, pimpinan OPD serta para kelapa distrik se-Kabupaten Teluk Bintuni berlangsung di Aula Evano Glacia Bintuni, Selasa (20/9/2022).

as

Dalam sambutannya Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T mengatakan, penyelenggaraan otonomi daerah melalui tata kelola beragam urusan pemerintah di Teluk Bintuni harus didanai oleh anggaran besar yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Papua Barat.

Dijelaskan Bupati bahwa sesuai peraturan perundang-undangan, pengelolaan PAD sendiri merupakan bentuk desentralisasi fiskal dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, berdasarkan UU nomor 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan serta PP nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah, PAD bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah hasil pengelolan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Beberapa sumber PAD yang dikelola yang dikelola Badan Pendapatan Daerah, kekayaan daerah yang dipisahkan jika Kabupaten Teluk Bintuni dinilai memiliki kapasitas fiskal yang sangat tinggi akan berimplikasi pada pengurangan transfer pusat khususnya dana alokasi umum (DAU) serta dana hibah.

Berdasarkan data review secara nasional dari BPK RI tentang indeks kemandirian fiskal daerah (IKFD) tahun anggaran 2020, angka indeks kemandirian fiskal Teluk Bintuni masih rendah yaitu 0,0232.

“Hal ini menerangkan bahwa tingkat ketergantungan daerah terhadap pendapatan transfer masih cukup tinggi dan sebaliknya PAD sebagai syarat mutlak kemandirian mutlak daerah berada pada angka yang rendah atau kecil,” ucap Bupati Petrus Kasihiw dalam sambutannya.

Karena itu Kasihiw menegaskan bahwa, semua OPD dapat melihat penyajian data dan informasi terkait faktor yang selama ini menghambat PAD maupun faktor pendukung lainnya sehingga perangkat daerah terkait, litas stakeholder, serta masyarakat luas dapat mengetahui kondisi ini, membahas dan menentukan perkiraan target PAD pada APBD Perubahan 2022 maupun APBD induk 2023 nanti.

Kasihiw ajak semua pihak untuk mencurahkan pikiran, pandangan, serta kritik membangun untuk menentukan target PAD yang realistis bahkan jika memungkinkan melebihi target walaupun masih berada dalam keadaan fluktuasi ekonomi dan keuangan dunia yang belum berakhir.

“Mari kita berinovasi, berkreasi dan mendorong lahirnya karya-karya baru di tengah masyarakat yang bernilai ekonomi dan bisnis untuk memulihkan, memperkuat ketahanan ekonomi bahkan mampu mendatangkan investor dan pelaku usaha lainnya yang bersentuhan dengan pelayanan pajak daerah dan retribusi daerah,” harap Kasihiw.

Ditambahkannya, secara otomatis dapat meningkatkan PAD dari tahun ke tahun sehingga dapat mewujudkan kemandirian fiskal daerah Kabupaten Teluk Bintuni yang tumbuh, produktif dan berkelanjutan menuju Bintuni damai, maju, produktif dan berdaya saing.

KENN

as