Koreri.com, Jayapura – Pengacara Lukas Enembe Dr. Stefanus Roy Rening kembali mengeluarkan pernyataan tegas bahwa kliennya tidak bersalah terhadap apa yang disangkakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Ia menegaskan bahwa dalam perkara ini kliennya tidak ada perbuatannya.
Sebaliknya, Roy mengklaim bahwa kasus yang menimpa Lukas Enembe semata-mata adalah upaya kriminalisasi dan politisasi. Ia kemudian blak-blakan mengomentari Menkopolhukam Mahfud MD.
“Yang saya katakan kriminalisasi dan politisasi itu sudah terbukti. Ketika saya bantah urusan 1 miliar, dia (Mahfud MD, red) lari ke judi 560 miliar. Ketika saya bantah 560 miliar, dia lari lagi ke dana Otsus 1000 triliun. Oleh karena itu, yang saya katakan bahwa ini kriminalisasi. Kalau saya sudah bilang itu, nggak salah,” tegasnya kepada Koreri.com saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (25/9/2022).
Roy mengklaim ketika dirinya membantah soal 560 miliar uang kasino dari mana keluarnya, mereka tidak bisa buktikan dari kas daerah.
“Kalau itu uang korupsi, harusnya keluar dari kas daerah. Uang itu tidak pernah ada dari kas daerah keluar seperti itu, bagaimana kau (Mahfud MD, red) katakan pak Lukas korupsi. Dia (Mahfud) bangun framing itu, dia keok lagi?” cetusnya.
Roy juga menyoroti pernyataan Mahfud MD soal WTP.
“Dengan WTP, dia ngomong lagi WTP bukan jaminan. Ini kan sudah kalap mereka ini kan? WTP lagi, WTP dia bilang bisa dibuat-buat, kan kurang ajar tu Mahfud. Iya kan ? Ditambah lagi dana Otsus 1000 triliun. Dana Otsus itu dibawah 100 triliun. Bagaimana dia bilang 1000 triliun, Itulah usaha mereka, saya bilang politisasi.
Politisasi dan kriminalisasi bergabung menjadi satu. Dan munculnya adalah pa gubernur. Ini bahaya sekali,” kecamnya.
Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe yang berstatus Tersangka Dugaan Gratifikasi 1 Miliar dipastikan tak akan memenuhi panggilan kedua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada Senin (26/9/2022) besok.
Sakit kembali menjadi alasan yang bersangkutan untuk mangkir dari panggilan KPK.
“Terkait pemanggilan itu dokter pribadinya beliau sudah sampaikan bahwa kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Sekarang kita sedang perjuangkan bagaimana beliau mendapat pelayanan agar segera ke Singapura sehingga dia diobati dan dia bisa sehat kembali. Untuk apa? Satu, untuk menjalankan pemerintahan dan dua, mengikuti pemeriksaan di KPK,” pungkasnya.
EHO
























