Distan Maluku Usung Program “PELITA SI TANI” Percepat Realisasi KUR

Koreri.com, Ambon – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku membeberkan sejumlah program unggulan di 2022 ini.

Salah satunya, PELITA SI TANI yaitu program unggulan dari aksi project Perubahan PKN Tingkat II Angkatan XXV Tahun 2022.

Program ini adalah Inovasi Pelayanan dan Management melalui aksi kolaborasi stakeholder dalam optimalisasi pembiayaan petani yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian dan Asuransi Pertanian.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Dr. Ilham Tauda SP.M.Si kepada wartawan dalam kegiatan coffee morning di Ambon, Jumat (18/11/2022).

“Untuk di Maluku program ini baru tersosialisasi secara langsung di beberapa kabupaten yakni kabupaten Buru, Maluku Tengah dan lainnya,” ungkapnya.

Lanjut Kadis, Provinsi Maluku pada 2021 lalu memperoleh alokasi KUR Pertanian sebesar Rp700 miliar, namun realisasinya masih tergolong rendah yakni mencapai Rp148 miliar atau 21 persen.

Sedangkan di tahun ini, Pemerintah menambah alokasi KUR di Provinsi Maluku mencapai Rp900 miliar dengan realisasi pada April 2022 baru mencapai Rp.50 miliar atau 5 persen. Dan sampai pada 6 November melalui kolaborasi stakeholders naik menjadi 167,2 miliar atau 17,36 persen.

Berdasarkan data Kabupaten/Kota realisasi KUR pertanian tertinggi di Maluku adalah kabupaten Buru Rp. 45,1 miliar disusul Maluku Tengah Rp.42,2 miliar, paling rendah Kota Tual Rp.233 juta.

Realisasi berdasarkan sub sektor tertinggi adalah sub sektor Holtikultura Rp.66,9 miliar, pangan Rp.49,1 miliar dan perkebunan Rp.26,9 miliar. Sedangkan berdasarkan perbankan, BRI sebagai Bank Penyuluh KUR Pertanian tertinggi yakni 162,5 miliar atau 97,15 persen dari total penyaluran saat ini.

Pada tahun 2022 alokasi subsidi pemerintah untuk AUTP pada padi seluas 5.000 hektar pada dua kabupaten yaitu Maluku Tengah 2.500 hektar dan Buru 2.500 hektar dan hasilnya belum ada yang terealisasi, demikian juga dengan AUTS/K di Maluku belum terealisasi.

Terhadap hal ini, Kadis akui rendahnya penyaluran KUR di Maluku antara lain disebabkan dari sisi perbankan adanya kekhawatiran NPL meningkat, mempertimbangkan resiko gagal panen dan kesulitan mencari debitur baru sesuai syarat penerima KUR.

Kemudian, dari sisi petani, adanya kekhawatiran tidak mampu mengembalikan pinjaman, rendahnya literasi keuangan serta belum tersedianya offtaker sebagai mitra usaha petani. Kemudian dari sisi pemerintah belum optimalnya sosialisasi KUR Tani dan belum tersedianya tenaga pendamping.

Di Provinsi Maluku juga terdapat program asuransi Tani yakni Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K), namun hingga kini belum terealisasi.

Pemerintah pusat telah menyiapkan subsidi AUTP pada dua kabupaten yakni Maluku Tengah dan Buru, dimana masing masing alokasi 2500 Ha.

“Untuk itu, dengan hadirnya PELITA SI TANI ini kita harapkan bisa mempercepat realisasi KUR tani maupun Asuransi TANI di Maluku,” harapnya.

Kadis menambahkan, syarat untuk mendapatkan KUR sangat mudah yaitu memiliki lahan yang dibuktikan dengan keterangan dari kepala desa atau RT setempat. Kemudian, memiliki KTP dan usaha pertanian yang sudah berjalan selama 6 bulan dan akan terus berjalan secara berkesinambungan.

“Untuk pengembalian bisa sekaligus untuk satu musim tanam ataupun bisa juga dicicil,” tandasnya.

JFL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *