as
as

Bantah Dugaan Konspirasi, Tafalas : Bawaslu Pusat Tolak Draf Usulan Timsel PBD

IMG 20230616 WA0009
Ketua Timsel Calon Anggota Bawaslu PBD periode 2023 - 2028, Dr M. Guzali Tafalas, S.E., M.Si / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Dugaan konspirasi “titip nama” calon anggota Bawaslu Papua Barat Daya (PBD) akhirnya diklarifikasi Ketua Tim Seleksi M. Guzali Tafalas.

Kepada Koreri.com melalui telpon selulernya, Jumat (16/6/2023) Tafalas membantah adanya dugaan konspirasi dalam penentuan 10 nama calon anggota Bawaslu PBD periode 2023-2028.

as

Menurut dia, awalnya timsel mengusulkan 10 nama berdasarkan akumulasi nilai wawancara dan kesehatan namun ditolak Bawaslu RI.

Penentuan nama 10 pertama itu ditetapkan dalam rapat pleno timsel Bawaslu pada Rabu (14/6/2023).

“Itu ada dua pilihan, pertama menentukan 10 besar berdasarkan rangking akumulasi nilai yang tertinggi sampai ke sepuluh, kemudian yang kedua penentuan 10 besar berdasarkan hasil tes kesehatan,” rincinya.

Muncul dua opsi itu, lanjut Tafalas menjelaskan bahwa menimbulkan perdebatan dalam internal timsel dan akhirnya memutuskan untuk mengusulkan 10 nama berdasarkan rangking nilai.

Dituangkan dalam berita acara dan draf pengumuman kemudian diusulkan ke Bawaslu Pusat untuk melakukan review terhadap nama-nama tersebut.

Namun Bawaslu Pusat tetap berpegang pada aturan dan pedoman bahwa yang masuk dalam 10 besar adalah mereka yang lulus tes kesehatan dengan keterangan direkomendasikan dan dapat direkomendasikan.

“Jadi yang draf usulan dari timsel hanya bersifat usulan dan kita tidak publikasikan, mekanismenya adalah ketika disetujui Bawaslu Pusat dan diperintahkan untuk diumumkan baru kita umumkan,” ujarnya.

Rikkes PBD 1Rikkes PBD 2Rikkes PBD 3Rikkes PBD 4Tafalas mencurigai beberapa pihak yang menyebar draf 10 nama calon anggota Bawaslu PBD hasil pengusulan dan juga persetujuan Bawaslu Pusat.

Dia menegaskan bahwa dalam SK pengumuman pertama ada sejumlah nama yang tidak lulus kesehatan tetapi diakomodir sehingga ditolak Bawaslu pusat.

Selain itu terkait dengan “titip nama” calon anggota Bawaslu PBD Zatriawati yang awalnya tidak diakomodir namanya namun muncul review Bawaslu Pusat sudah masuk dalam daftar pun dijelaskan Ketua Timsel Guzali Tafalas.

Pihaknya juga tidak menginginkan Zatriawati atau orang diluar PBD diakomodir masuk 10 besar, semestinya porsi tersebar diberikan kepada OAP dan anak bangsa Indonesia yang sudah lama domisili di Tanah Papua.

Namun dalam persyaratan untuk mendaftar Bawaslu itu semua warga negara Indonesia yang ber-KTP PBD dan dipenuhi oleh Zatriawati.

Dari pesyaratan tersebut timsel meloloskan Zatriawati dari tahapan administrasi walaupun yang bersangkutan baru tercacat sebagai penduduk Provinsi PBD pada Februari 2023 sedangkan sesuai persyaratan kependudukan seseorang yang mengantongi KTP di Papua kalau sudah berdomisili 6 bulan.

“Terlepas dia (Zatriawati) dititip sama Jakarta atau si A dan si B tetapi logikanya bahwa kita melihat dia ber-KTP Papua Barat Daya walaupun kita tidak setuju karena beliau itu baru disini. Kalau tidak salah bulan Februari 2023 sedangkan persyaratan mendapat KTP harus domisili 6 bulan tetapi pada saat tahapan administrasi kita tidak lihat disitu,” jelasnya.

Ditambahkan Tafalas bahwa pihaknya tidak mengganti nama Zatriawati, Roberth B Yumame, Steven W. Asmuruf, Arfah Made dengan Muhammad Nasir Sukunwatan, Johanes P. Manyambauw, Markus Rumsowek dan Hayat Marwan Ohorela tetapi itu rekomendasi Bawaslu Pusat.

Daftar Bana Callon Anggota Bawaslu PBD
Pengumuman Hasil Tes Kesehatan dan Wawancara Calon anggota bawaslu provinsi Papua Barat Daya periode 2023-2028. (Foto : Istimewa)

Sebelumnya beredar luas dipublik Papua Barat Daya Hasil tes kesehatan dan wawacara yang memutuskan 10 nama tertuang dalam surat pengumuman nomor :027/ TIMSEL-BAWASLU/PBD/06/2023 tanggal 15 Juni 2023.

Tertera 10 nama calon Bawaslu Papua Barat Daya yaitu, Farly Sampetoding Rego, Hayat Marwan Ohorela, Herdhi Funce Rumbewas, James Jansen Kastanya, Johanes P. Manyabouw, Markus Rumsowek, Muhammad Nasir Sukunwatan, Regina Gembenop, Sofyan dan Topan Baho.

Surat keputusan 10 nama ini ditandatangani Ketua timsel Bawaslu PBD Guzali Tafalas, Sakti S. Rakia, Hasan Makassar dan Edwin Wantah sedangkan Ibrahim Fahmi Badoh tidak menandatangani.

Kemudian berselang beberapa jam kemudian timsel menerbitkan pengumuman terbaru dengan nomor : 027/ TIMSEL-BAWASLU/PBD/06/2023 tanggal 15 Juni 2023. ada 4 nama ganti dari 10 nama yang sebelumnya.

10 nama dalam pengumuman calon anggota Bawaslu Provinsi PBD yaitu Arfah Made, Farly Sampetoding Rego, Herdhi Funce Rumbewas, James Jansen Kastanya, Roberth B Yumame, Regina Gembenop, Steven W. Asmuruf, Sofyan, Topan Baho dan Zatriawati.

Ada 4 nama baru Zatriawati, Robert B. Yumame, Steven W. Asmuruf dan Arfah Made menggantikan Muhammad Nasir Sukunwatan, Johanes P. Manyabouw, Markus Rumsowek dan Hayat Marwan Ohorela.

Surat keputusan 10 nama ini ditandatangani Ketua timsel Bawaslu PBD Guzali Tafalas, Sakti S. Rakia, Ibrahim Fahmi Badoh dan Edwin Wantah sedangkan Hasan Makassar tidak menandatangani.

KENN

as