Pasca Kantor Diresmikan, Begini Rencana Kegiatan Irian Bakti ke Depan

Kantor Irian Bakti Sorong Diresmikan

Koreri.com, Sorong – Penjabat Sekda Papua. Y. Derek Hegemur meresmikan kantor Irian Bhakti Papua Cabang Sorong bertempat di Jl Sam Ratulangi No 26, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Kota, Senin (1/7/2024).

Bersamaan dengan itu, juga diresmikan Apotik Klafos dan Laboratorium.

Peresmian dilakukan Hegemur bersama Sekda Papua Barat Daya Jhony Way, Komisaris PT Irian Bhakti Ferdinand Risamasu dan Kepala PT Irian Bhakti Papua Cabang Sorong, Jhon Tompodung.

Risamasu dalam pernyataannya mengatakan Irian Bhakti pada awalnya adalah perusahaan daerah dengan usaha yang boleh dikatakan terbatas.

“Namun bukan berarti tidak sampai ke rakyat, tetapi perusahaan ini menyanggupi untuk ada dalam beberapa kegiatan yang sangat baik dengan beberapa kebutuhan masyarakat diantaranya itu distribusi beras dan lain sebagainya. Dulu kita juga sempat sampai ke gula tetapi tidak berkembang baik,” ungkapnya kepada awak media seusai peresmian, Senin (2/7/2024).

Dikatakan Risamasu, untuk bisa sampai kepada perusahaan yang lebih berkembang dan memiliki unit usaha yang juga banyak maka mau tidak mau alih status dari PD ke PT itu harus dilakukan.

“Status badan hukum itu dia sangat menentukan ruang lingkup daripada usaha. Oleh sebab itu dari PD ke PT yang disebut dengan PT Irian Bhakti Papua atau Persero itu kita harus reorientasi saat ini dalam sisi bisnis, manajemen dan juga ruang lingkup kita berusaha di semua daerah,” terangnya.

Lanjut Risamasu, satu tahun setelah reorientasi itu, pihaknya kemudian mulai masuk kepada bisnis-bisnis yang juga menyentuh kebutuhan rakyat.

Diantaranya itu adalah masih tetap distribusi beras pegawai negeri sipil ke seluruh tanah Papua baik itu di Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Selatan.

“Dana hari ini ada empat kabupaten mempunyai usaha yang seperti ini yaitu apotek. Orang semua butuh sehat, masyarakat butuh hidup lebih baik maka Irian Bhakti juga harus menyambut itu sebagai bagian dari peluang usaha,” akuinya.

Yang diharapkan sambung Risamasu adalah apotek atau klinik-klinik ini bukan berarti harus bersaing tetapi dia juga bisa menjadi jembatan untuk bagaimana masyarakat itu hidup lebih baik, aman dan mereka sehat-sehat dengan menyiapkan semua fasilitas yang terjangkau.

“Artinya bahwa apa yang ditawarkan ke masyarakat itu tidak murah, tidak mahal tapi terjangkau. Walaupun sebenarnya dalam konteks perusahaan, kita mau cari keuntungan yang sebesar-besarnya tetapi sebagai sosial agen di provinsi ini, kita juga tidak bisa memisahkan itu dari bagian yang harus dikerjakan oleh PT Irian Bhakti,” sambungnya.

Selain itu, kata Risamasu, karena sudah berstatus PT maka Irian Bhakti pun berpeluang bisa ikut tender juga seperti kerja jalan, sungai dan juga tender untuk pekerjaan-pekerjaan yang ada di provinsi karena sudah berubah status menjadi perusahaan terbatas atau persero.

Risamasu menyebutkan jika ke depan, pihaknya akan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Jakarta dalam rangka mensuplai kebutuhan masyarakat baik beras, minyak goreng juga tepung terigu, gula hingga ayam beku.

Ferdinan Risamasu Irian Bakti
Komisaris PT Irian Bhakti Ferdinand Risamasu / Foto : Suzan

“Ini sebenarnya bukan berarti bahwa kita ingin bersaing dengan yang lain, tidak! Tetapi ini kebutuhan yang harus kita penuhi dan PT Irian Bhakti akan ada di situ untuk bagaimana menjembatani kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang selama ini sudah ada dan kita juga menjadi bagian dari berkontribusi terhadap pembangunan dan penyediaan bahan pokok masyarakat,” tandasnya.

Manajemen dan Aset

Sementara itu, terkait manajemen saat ini telah dilakukan evaluasi total.

“Yang saya maksudkan itu adalah evaluasi terhadap pengembangan sumber daya manusia beserta staf yang ada di dalamnya dan barangkali nanti kita juga berusaha untuk pengembangan staf. Kita sudah ada di dunia yang gemerlap, dunia begitu luar biasa dengan semua inovasi yang ada globalisasi di mana-mana sehingga seluruh staf dari pada Irian Bhakti nanti akan kita kembangkan,” bebernya.

Hal lainnya, tutur Risamasu, berkaitan dengan optimalisasi aset.

“Aset kita ini paling banyak. Aset dari zaman Belanda dulu terutama barang yang tidak bergerak berupa tanah dan gedung. Nah ini kita sudah inventarisir, mana yang akan kita gunakan mana yang bisa kita sewakan dan mana yang sudah tidak lagi kita pakai kita lepas kita jual digunakan untuk modal dalam perusahaan. Itu yang kita akan lakukan,” rincinya.

Risamasu tak menampik jika langkah-langkah tersebut membutuhkan waktu yang lama dan sebuah keseriusan.

“Tetapi bagi saya, kalau kita serius, kita baik dan kita pandai melihat peluang yang ada maka perusahaan ini akan berkembang dengan baik,” pungkasnya.

Sementara, Kepala PT Irian Bakti Papua Cabang Sorong Jhon Tompodung dalam pernyataannya menyebutkan alasan dibangunnya unit usaha yang bergerak di bidang kesehatan khususnya apotik dan laboratorium semata-mata untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan kesehatan terutama obat-.obatan.

“Karena menurut survei kami agak sedikit tinggi harganya sehingga kami berinisiatif untuk mencoba usaha ini untuk membantu masyarakat. Sehingga masyarakat bisa terpenuhi kebutuhan akan kesehatannya lebih khusus obat dan pemeriksaan kesehatannya,” urainya.

Usaha apotik ini, lanjut Jhon, menargetkan masyarakat kalangan kecil dalam membeli obat.

Selain itu, pihaknya juga turut mengedukasi masyarakat dalam penggunaan obat.

“Yaitu bagaimana cara menggunakan obat dengan bijak. Artinya supaya mereka juga mengetahui penggunaan obat yang sesuai dengan peruntukannya. Ketika mereka datang berkunjung menanyakan sakit apa, kita bisa memberikan. Tetapi ketika ada sakit yang harus diagnosa lebih, harus membutuhkan dokter maka kita akan serahkan ke dokter,” urainya.

Pihaknya, lanjut Jhon, akan bermitra juga dengan beberapa rumah sakit juga Puskesmas.

“Kedepan kami akan melakukan ekspansi ke Teminabuan, Raja Ampat juga Aimas. Termasuk mungkin ada usaha-usaha lain seperti usaha air minum atau isi ulang kemasan,” pungkasnya.

ZAN