Koreri.com, Jayapura – Berkembangnya isu-isu yang berkaitan dengan politik Indentitas hingga kotak kosong jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua 2024 ini mendapat respon dari berbagai kalangan.
Salah satunya respon dari tokoh muda Tabi Paul Ohee.
Menurutnya, Papua merupakan rumah bersama bagi semua suku dan agama sehingga tidak boleh ada politik identitas atau agama pada Pilgub 2024.
“Pesta demokrasi Papua tahun ini harus lebih dari satu pasangan calon Gubernur sehingga tidak terkesan adanya politik identitas menuju kotak kosong,” klaim Paul.
Ia menekankan pula bahwa dalam pesta demokrasi itu tidak boleh ada kotak kosong.
“Biarkan rakyat memilih pasangan mana yang menurut mereka terbaik untuk memimpin Provinsi Papua,” tegas Paul.
Dia mengingatkan, bila Pilkada Papua hanya ada satu pasangan melawan kotak kosong maka berpotensi rawan konflik.
“Maka harapan kita orang Tabi dan Saireri kepada para ketua umum partai di tingkat pusat untuk tidak menciptakan demokrasi kotak kosong,” imbuhnya.
“Kami orang Papua dari wilayah adat Tabi dan Saireri juga tidak ingin adanya politik identitas seperti Pilkada DKI Jakarta. Demokrasi Papua harus melahirkan pemimpin yang berjiwa petarung dan dipilih oleh rakyat melalui kompetisi politik yang sehat,” pungkasnya.
TIM































