Koreri.com, Sorong – Tujuh hari menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 27 November 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat Daya menggelar debat publik ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur setempat di Vega Prime Hotel, Rabu (20/11/2024).
Lima pasangan Gubernur dan Wagub PBD masing-masing paslon nomor urut 1 Abdul Faris Umlati – Petrus Kasihiw (ARUS), paslon nomor urut 2 Gabriel Assem – Lukman Wugaje (GAUL), nomor urut 3 Elisa Kambu – Ahmad (ESA), Paslon nomor urut 4 Yoppie Onesimus Wayangkau – Ibrahim Wugaje (JOIN) dan paslon nomor urut 5 Bernard Sagrim – Sirajudin Bauw (BERSINAR).
Ketua KPU PBD Andarias Daniel Kambu mengatakan, debat terakhirnya ini menjadi kesempatan emas bagi para paslon untuk meyakinkan pemilih dalam menentukan pilihannya pada 27 November nanti.
“Ini adalah momen penting untuk menyampaikan gagasan besar yang akan memandu arah pembangunan provinsi kita,” ungkapnya saat membuka debat publik ketiga.
Pria yang akrab disapa Andi menekankan bahwa debat publik adalah bagian integral dari rangkaian kampanye yang diatur oleh regulasi.
Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mereka memiliki pemahaman yang jelas mengenai konsep dan program yang ditawarkan oleh masing-masing paslon.
“Semua harus teredukasi agar memilih dengan bijak,” tekannya.

“Kami mengharapkan kerjasama yang baik dari semua stakeholder untuk menciptakan pemilu yang Luber (Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia) serta Jurdil (Jujur dan Adil),” imbuhnya.
Hal ini sangat penting demi menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di provinsi termuda se-Indonesia ini.
Selain itu, Andi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, tim pendukung, dan masyarakat dalam menciptakan suasana pemilu yang kondusif hingga melahirkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan di provinsi baru ini.
Tak lupa ia mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada mendatang.
“Ini adalah kontribusi konkret kita sebagai bagian dari masyarakat Papua Barat Daya,” tandasnya.
Andi menambahkan, debat ini juga menjadi ajang bagi calon pemimpin untuk menguraikan visi dan program yang mereka tawarkan, sekaligus menjawab pertanyaan dari moderator dan peserta.
“Ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat untuk menilai sejauh mana keseriusan pasangan calon dalam memimpin mereka,” pungkasnya.
KENN
























