PBD Siapkan Pendirian Universitas Negeri, Uncen Jayapura Pimpin Kajian Akademik

FGD Persiapan Pendirian Universitas Negeri di Provinsi Papua Barat Daya yang digelar Dinas Pendidikan PBD dan Universitas Cenderawasih bersama Stakeholder /Foto : Suzan
FGD Persiapan Pendirian Universitas Negeri di Provinsi Papua Barat Daya yang digelar Dinas Pendidikan PBD dan Universitas Cenderawasih bersama Stakeholder /Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong — Upaya menghadirkan perguruan tinggi negeri di Provinsi Papua Barat Daya kini semakin nyata.

Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari studi kelayakan pendirian universitas negeri di wilayah tersebut yang digelar di Vega Prime Hotel Sorong, Jumat (7/11/2025).

Kepala Dinas Pendidikan PBD Adolof Kambuaya, SH., M.Si dalam keterangan persnya menyebutkan bahwa sejak dilantiknya Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, salah satu instruksi utama yang diberikan adalah mendorong berdirinya perguruan tinggi negeri di provinsi termuda ini.

“Di Papua, Papua Barat, dan Papua Selatan sudah ada universitas negeri. Maka, Papua Barat Daya tidak boleh tertinggal. Kami menindaklanjuti arahan itu dengan memprogramkan kegiatan pendirian universitas negeri melalui kerja sama dengan Uncen Jayapura,” ujar Kambuaya.

IMG 20251108 WA0010Uncen dipercaya untuk melakukan kajian akademik dan studi kelayakan terkait persyaratan pendirian universitas negeri.

Salah satu tahap penting dari kajian itu adalah FGD yang dilaksanakan untuk menghimpun masukan dari berbagai stakeholder dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

“Melalui FGD ini, kami ingin mendengar langsung pendapat para pemerhati dan praktisi pendidikan: apakah pendirian universitas negeri di Papua Barat Daya memang sudah menjadi kebutuhan mendesak,” tambahnya.

Tim akademisi dari Uncen akan mengolah seluruh masukan yang diterima dalam FGD, kemudian menyusunnya bersama data dan variabel pendukung lainnya menjadi dokumen studi kelayakan. Dokumen tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam mengajukan proposal resmi ke pemerintah pusat.

Sementara itu, Profesor Dr Balthasar Kambuaya , MBA ketua Senat Universitas Cenderawasih menambahkan bahwa disiplin ilmu atau program studi yang akan dikembangkan nantinya akan menyesuaikan kebutuhan lokal Papua Barat Daya.

“Universitas negeri di Papua Barat Daya akan fokus pada program studi atau bidang ilmu ilmu sains, sosial,teknik perminyakan, pertambangan, perikanan, pariwisata juga kesehatan masyarakat agar lulusan nanti benar-benar menjawab kebutuhan dan potensi daerah,” jelasnya.

Ketua Tim Pendirian Universitas Negeri di Papua Barat Daya,Dr. Ferdinand Risamasu, SE., M.Sc, Agr yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen menjelaskan bahwa ada beberapa dokumen penting yang sedang disiapkan.

“Kami menargetkan hingga pertengahan Desember sudah menghasilkan dokumen yakni studi kelayakan, dokumen OTK dan statuta, serta dokumen pengusulan program studi.  Selain itu, akan dilengkapi dengan rekomendasi dari LLDIKTI dan Pemerintah Daerah,” paparnya.

Apabila seluruh tahapan berjalan lancar dan mendapat persetujuan pemerintah pusat, diharapkan universitas negeri pertama di Papua Barat Daya sudah dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2026 atau awal 2027, ditandai dengan penerimaan mahasiswa baru.

Kehadiran universitas negeri ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi Papua Cerdas dengan memperluas akses pendidikan tinggi dan mempercepat kemajuan sumber daya manusia di wilayah Papua Barat Daya.

ZAN